Bawang putih lokal Bali kalah bersaing dengan bawang putih impor dari China yang dijual lebih murah. Kondisi itu membuat produk petani kurang diminati pasar hingga berdampak pada menurunnya produksi bawang putih di Pulau Dewata.
Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan sambutan dalam acara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bhakti 2026-2031 di The Kranjang, Kuta, Badung, Kamis (6/8/2026).
"Bali ini surplus semua kecuali bawang putih. Kecuali bawang putih. Jadi di Bali ini, kami ini defisit bawang putih," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koster mengaku sempat mempertanyakan penyebab menurunnya produksi bawang putih di Bali kepada Kepala Dinas Pertanian. Awalnya, ia menduga kondisi tanah di Bali tidak cocok untuk ditanami bawang putih.
Namun, Kepala Dinas Pertanian menjelaskan penyebabnya bukan karena faktor lahan. Menurutnya, bawang putih lokal kalah bersaing dengan bawang putih impor dari China yang lebih diminati pasar.
"Jadi di sini bawang putih impor China yang bijinya gede itu, itu yang laku," katanya.
Koster menjelaskan bawang putih China memiliki ukuran siung yang lebih besar dibandingkan bawang putih Bali atau suna Bali yang berukuran lebih kecil.
Meski demikian, ia menilai kualitas bawang putih Bali justru lebih baik setelah membandingkan keduanya secara langsung. Menurutnya, bawang putih lokal memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat.
"Yang bawang putih Bali kecil bijinya, bawang putih China gede dia, tapi kalau dicoba, yang bawang putih China hambar. Kalau bawang putih Bali nyengat. Jadi kalau pakai masak enak," ungkapnya.
Meski memiliki kualitas rasa yang lebih baik, masyarakat tetap memilih bawang putih impor karena harganya lebih murah.
"Nah ternyata bawang putih impor ini karena murah, itulah yang dibeli oleh masyarakat kita di pasar-pasar. Sehingga bawang putihnya Bali kurang laku, akibatnya petani kita enggak mau nanam," jelasnya.
Koster meminta Dinas Pertanian segera membuka lahan untuk meningkatkan produksi bawang putih di Bali. Setelah produksi lokal mencukupi, ia berencana membatasi masuknya bawang putih impor ke Bali.
"Nanti kalau sudah panen dia, kita buatkan aturan, nggak boleh bawang putih impor masuk Bali," tegasnya.