detikBali
Nasional

3 Alasan Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin BGN

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Nasional

3 Alasan Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin BGN


Herdi Alif Al Hikam - detikBali

Kepala BGN Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono. (Foto: Biro Sekretariat Presiden)
Denpasar -

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Istana mengungkap setidaknya ada tiga pertimbangan yang mendasari penunjukan mantan Wakil Menteri Pertanian itu untuk memimpin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pertimbangan pertama ialah posisi BGN yang sangat strategis dalam mengawal program MBG sehingga tidak boleh terjadi kekosongan kepemimpinan.

Pertimbangan kedua, Sudaryono telah terlibat sejak awal dalam penyusunan program MBG. Dia ikut berdiskusi, menggagas, hingga menyusun konsep teknis pelaksanaan program tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu dengan berbagai dasar dan pertimbangan bahwa selama ini beliau sejak awal mengikuti konsep dari dilahirkannya program Makan Bergizi Gratis ini. Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi, menggagas, dan mengonsep bagaimana teknis pelaksanaan makan bergizi gratis ini," papar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026), dilansir dari detikFinance.

ADVERTISEMENT

Pertimbangan ketiga berkaitan dengan jabatan Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian. Menurut Prasetyo, posisi tersebut membuat Sudaryono memahami rantai pasok bahan pangan yang menjadi penopang utama program MBG.

"Memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan yang itu menjadi apa namanya dalam bentuk Makan Bergizi Gratis untuk para penerima manfaat ini selama ini memang juga di-support dan ditopang menjadi satu ekosistem oleh Kementerian Pertanian di mana Pak Sudaryono bertugas sebagai Wamentan. Begitu beberapa dasar pertimbangannya," papar Prasetyo.

Sudaryono Sebut MBG Serap Ekonomi Lokal

Usai dilantik, Sudaryono mengatakan program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang besar.

Menurutnya, MBG mampu menyerap hasil produksi sektor pertanian dan peternakan. Dengan skala serta anggaran yang besar, dia mengibaratkan program tersebut seperti gim Pacman yang terus "memakan" pasokan bahan pangan.

"Ini adalah program grande. Saya di beberapa kesempatan menyampaikan bahwa program ini tuh ibarat Pacman jadi apa-apa dimakan," ujar Sudaryono usai dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Sudaryono menilai sebelum ada MBG, tidak sedikit petani maupun peternak yang harus membuang hasil produksinya karena tidak terserap pasar. Dia mengklaim kondisi tersebut kini tidak lagi terjadi.

"Kalau kita lihat dulu ada orang mandi-mandi susu sekarang insyaallah tidak ada lagi. Ada orang buang-buang wortel insyaallah tidak ada lagi. Ada orang petani buang-buang sayuran, buang-buang bawang dan lain-lain insyaallah dengan program ini maka tinggal urusan distribusi yang kita perhatikan. Efeknya adalah dengan memberikan gizi tapi efeknya adalah meng-absorb ekonomi lokal khususnya peternak, khususnya nelayan, khususnya kemudian petani kita di daerah," beber Sudaryono.



(dpw/dpw)










Hide Ads
LIVE