Pemerintah Kabupaten Badung mempercepat pembangunan Jalan Lingkar Barat untuk mengatasi kemacetan di kawasan pariwisata Badung Selatan. Proyek jalan sepanjang lebih dari 10 kilometer itu ditargetkan rampung pada 2027.
"Kami monitoring pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang memang sedang kami dorong programnya dari 2026-2027 ini. Sebagaimana yang pernah saya sampaikan bahwa ini adalah salah satu upaya kita untuk mengatasi bottleneck, kemacetan di (depan) GWK," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau proyek Jalan Lingkar Barat di Pecatu, Kuta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Adi Arnawa menjelaskan pembangunan proyek dilakukan secara bertahap. Pada 2025, pemerintah daerah menyelesaikan pembebasan lahan. Selanjutnya, pada 2026, proyek memasuki tahap pemadatan tanah dan konstruksi jalan yang akan berlanjut hingga 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama adalah 2025 kami sudah pembebasan lahan, dan 2026 ini kami sudah langsung melakukan pemadatan dan konstruksi, dan ini juga akan berlanjut sampai tahun 2027," kata Adi Arnawa.
Jalan Lingkar Barat diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan arus kendaraan menuju Pura Uluwatu, Desa Pecatu. Kehadiran jalur alternatif tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di sejumlah titik di Jalan Raya Uluwatu yang selama ini kerap dikeluhkan wisatawan.
"Mudah-mudahan dengan pembangunan jalan lingkar barat ini, yang panjangnya kalau tidak salah sekitar 10 kilometer lebih ini, akan menjadi solusi terhadap bottleneck yang ada di sepanjang Jalan Raya Uluwatu, khususnya di Politeknik, GWK, simpang Nirmala, sampai ke Uluwatu. Saya kira kalau ini sampai akhir 2027, banyak alternatif akses yang ada untuk orang menuju Uluwatu," tuturnya.
Menurut Adi Arnawa, jalan dua arah tersebut akan menjadi alternatif bagi pengendara sehingga beban lalu lintas di jalan utama dapat berkurang. Dengan demikian, kemacetan akibat tingginya kunjungan wisatawan ke Uluwatu diharapkan dapat diatasi secara bertahap.
"Bisa lewat ini, karena ini menjadi dua jalur, dan sehingga kalau ini sudah jalan penuh semua, otomatis kemacetan yang menjadi bottleneck di Pecatu akibat dari kunjungan wisatawan yang membeludak di Uluwatu ini, bisa kita atasi. Di samping ini juga akan berdampak tumbuhnya kepercayaan wisatawan bahwa perhatian pemerintah terhadap apa yang menjadi keluhan wisatawan, bukan hanya wisatawan, kita semua ini terhadap kemacetan ini sudah mulai secara bertahap akan diatasi," imbuh Adi Arnawa.
Jalan Baru Diproyeksikan Tembus Wanagiri-Kampus Unud
Pemkab Badung juga menyiapkan pengembangan trase Jalan Lingkar Barat agar tidak berhenti di kawasan Jimbaran. Jalur tersebut direncanakan diperpanjang dengan memotong kawasan Wanagiri hingga menuju Kampus Universitas Udayana.
"Tapi untuk yang lingkar barat ini, kemungkinan akan sampai tahun 2027. Karena tidak saja untuk sampai ke Ayana, Jimbaran, sekarang sudah akan kami buat lagi memotong ke Wanagiri. Wanagiri menuju Kampus Udayana," jelas Adi Arnawa.
Rute tersebut nantinya diharapkan menjadi pilihan akses bagi masyarakat dari Kuta, Ungasan, hingga Nusa Dua yang menuju Kampus Universitas Udayana maupun kawasan sekitarnya.
"Ini menjadi sirkulasi akses yang banyak, pilihan buat masyarakat, baik yang ada di Kuta, baik yang ada di Ungasan, termasuk juga akses masyarakat yang ada di Nusa Dua, yang menuju Unud. Mudah-mudahan nanti 2027-2028 sudah aman kondisi di Badung Selatan," harapnya.
Selain pembangunan badan jalan, Adi Arnawa meminta seluruh jaringan utilitas, termasuk kabel, dipasang di bawah tanah sejak awal agar tidak perlu dilakukan pembongkaran kembali di kemudian hari.
Pemasangan jaringan pipa air bersih milik PDAM juga dilakukan secara paralel di sepanjang koridor Jalan Lingkar Barat. Menurutnya, penyediaan air bersih menjadi kebutuhan penting seiring berkembangnya kawasan pariwisata di wilayah Badung Selatan.
"Ini kebetulan program ini paralel. PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung selatan ini karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur ini akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi yang tentu perlu didukung, apalagi di bukit ini," pungkas mantan Sekda Badung itu.