Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sewakadharma Denpasar kebut perbaikan infrastruktur jaringan air ke rumah-rumah warga. Perbaikan infrastruktur ini dilakukan untuk mengurangi volume air tak berekening atau non-revenue water (NRW).
"Perbaikan infrastruktur pasti ada karena laporan saya tadi salah satu memang NRW kami masih di atas rata-rata nasional," ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma Denpasar, I Putu Yasa, saat ditemui sesuai acara ulang tahun perusahaan ke-29, Rabu (1/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan infrastruktur yang dilakukan guna menangani kebocoran pipa dalam pendistribusian air ke rumah warga Denpasar. Harapannya, tidak ada lagi kehilangan air yang terbuang sia-sia.
"Kami harapkan nanti ada upaya penurunan NRW dengan pembentukan DMA (district metered area) pergantian beberapa pipa seknet RCR," imbuh Yasa.
Perumda Tirta Sewakadarma Denpasar, tutur Yasa, melaraskan pengolahan sumber daya air dengan infrastruktur dan kebijakan yang lebih baik. Ia berharap ada berbagai aspek yang terpenuhi, terutama terkait lingkungan, sosial, ekonomi dan sumber daya manusia (SDM).
Yasa mengungkapkan Kecamatan Denpasar Barat menjadi wilayah yang paling banyak berlangganan Perumda Air Minum Tirta Sewakadharma, mengingat jumlah penduduk di sana paling banyak dibandingkan kecamatan lain. Namun, di satu sisi, ketersedian air di sana cukup sulit.
Setelah Kecamatan Denpasar Barat, jumlah pelanggan terbanyak berada di Kecamatan Denpasar Selatan. Kondisi air tanah di wilayah tersebut, menurut Yasa, juga kurang bagus.
Yasa tak memerinci jumlah pelanggan di masing-masing kecamatan di Denpasar. Namun, ada sekitar 500 sambungan air di Denpasar yang dicabut karena berhenti berlangganan karena rumah kosong dan toko yang tutup.
Antisipasi Kemarau
Perumda Tirta Sewakadarma Denpasar juga tengah mengantisipasi musim kemarau sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut Yasa, perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah.
"Upaya kami mengoptimalkan produksi, salah satunya pengerukan long storage sehingga daya tampung lebih besar. Sehingga, masyarakat dapat air dengan pelayanan kita masih 24 jam," jelas Yasa.
Yasa juga memastikan akan memberikan respons cepat jika ada keluhan dari para pelanggan. "Kami memang punya tim respons cepat yang 24 jam. Begitu mereka melaporkan ada gangguan, tim kami akan segera ke lapangan," jelasnya.
(hsa/hsa)