Iran dikabarkan akan menyepakati pembukaan Selat Hormuz setelah beberapa bulan berkonflik dengan Amerika Serikat (AS). Kabar pembukaan Selat Hormuz itu membuat harga minyak dunia mulai turun.
Dilansir dari detikFinance, harga minyak mentah AS berjangka turun 3,2 persen menjadi US$ 84,88 per barel. Brent berjangka, patokan internasional, kehilangan 3,4 persen menjadi US$ 87,33 per barel. Secara mingguan, harga minyak telah turun sekitar 6 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan AS dan Iran akan menandatangani perjanjian dalam beberapa hari mendatang. Peluang kesepakatan kedua negara disebut berada di angka 80 persen.
"Bukan 100 persen. Sistem mereka sangat rumit. Sebagian besar orang yang telah kami ajak bicara dan sebagian besar orang yang memiliki wewenang dalam sistem mereka ingin menandatangani kesepakatan ini, tetapi tidak semua orang," kata sumber yang dikutip CNBC, Sabtu (13/6/2026).
Tidak hanya pembukaan Selat Hormuz, kesepakatan itu juga disebut akan mencabut blokade angkatan laut AS. Termasuk membongkar program nuklir Iran dan menghilangkan uranium yang diperkaya. Sebagai timbal balik, Iran akan menerima insentif keuangan dari AS jika mereka mematuhi perjanjian tersebut.
Selat Hormuz Mau Dibuka Lagi
Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari dengan pengaturan yang ditetapkan Teheran. Meski begitu, Presiden AS Donald Trump sempat membantah dokumen yang beredar tersebut merupakan isi kesepakatan resmi.
"Syarat-syarat yang dibocorkan Iran kepada media berita palsu tidak ada hubungannya dengan syarat-syarat yang telah disepakati secara tertulis. Mereka sebaiknya segera memperbaiki diri!" tulis Trump melalui Truth Social.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator menyebut kampanye disinformasi tengah dilakukan pihak-pihak yang ingin menggagalkan proses perdamaian. Menurut Sharif, naskah akhir kesepakatan telah disepakati dan Pakistan kini bekerja sama dengan kedua negara untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya.
"Perdamaian belum pernah sedekat ini seperti sekarang," kata Sharif.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi setali tiga uang. Ia mengatakan nota kesepahaman antara AS dan Iran belum pernah sedekat ini. Ia meminta publik menunggu hingga proses finalisasi selesai sebelum berspekulasi mengenai isi kesepakatan.
Wakil Presiden AS JD Vance juga menepis berbagai informasi yang beredar mengenai isi perjanjian AS dan Iran. Ia menegaskan Iran tidak akan menerima dana tunai hanya karena menandatangani kesepakatan. Menurut Vance, manfaat ekonomi baru akan diberikan apabila Iran memenuhi seluruh kewajibannya dalam perjanjian tersebut.
Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)