detikBali

Teddy Balas Kritik Dino: Kunjungan LN Prabowo Bukan Gagah-gagahan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Teddy Balas Kritik Dino: Kunjungan LN Prabowo Bukan Gagah-gagahan


Retno Ayuningrum - detikBali

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal dan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal dan Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Repro detikcom)
Denpasar -

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membalas kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal yang menyoroti intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Teddy menegaskan lawatan Presiden bukan sekadar perjalanan mahal, melainkan menghasilkan capaian konkret untuk Indonesia.

Teddy bahkan menyebut anggapan kunjungan luar negeri Prabowo hanya ajang seremonial dan gagah-gagahan sebagai penilaian yang keliru.

"Jadi, salah besar kalau hanya dibilang gagah-gagahan, seremonial. Jadi, kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini," ujar Teddy dalam unggahan video di akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip detikFinance, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Teddy itu merespons kritik Dino Patti Djalal yang menilai Prabowo terlalu sering bepergian ke luar negeri di tengah melemahnya nilai tukar rupiah. Dino bahkan menyebut satu dari enam hari masa pemerintahan Prabowo dihabiskan di luar negeri.

ADVERTISEMENT

Menurut Dino, kunjungan luar negeri kepala negara membutuhkan biaya yang sangat besar.

"Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya. Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," ujar Dino dikutip dari video yang diunggah melalui akun X/Twitter miliknya, dikutip Minggu (31/5).

Menjawab kritik itu, Teddy membeberkan sederet hasil diplomasi Prabowo selama 1,5 tahun terakhir. Salah satunya ialah bergabungnya Indonesia ke BRICS (Brazil, Russia, India, China, and South Africa).

Menurut Teddy, langkah tersebut berdampak pada stabilitas nasional di tengah krisis global, termasuk menjaga stok dan harga BBM serta ketahanan pangan.

Selain itu, Teddy menyinggung keberhasilan tarif 0% dengan Uni Eropa yang disebut telah dirintis sejak belasan tahun lalu.

"Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa. Ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya, zaman presiden Prabowo tepatnya tahun 2025 lalu," kata Teddy.

Teddy juga mengklaim total investasi yang masuk selama 1,5 tahun terakhir mencapai Rp 2.430 triliun berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Ia menyebut kunjungan kerja Prabowo ke Korea Selatan dan Jepang menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp 575 triliun.

Tak hanya ekonomi, Teddy juga menyinggung penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang disebut berasal dari berbagai negara, seperti Perancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris.

Di bidang keagamaan, Teddy mengklaim penyelenggaraan ibadah haji 2025 dan 2026 berjalan lancar dengan minim kendala signifikan. Ia juga menyebut Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki perkampungan haji di Arab Saudi setelah adanya perubahan aturan dari otoritas setempat.

"Kemudian yang keenam presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop off logistic dari udara. Sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa. Kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," terang Teddy.

Selain itu, Indonesia juga mengirim kapal rumah sakit ke Palestina dan menyekolahkan anak-anak Palestina di perguruan tinggi Indonesia. Teddy menyebut jumlah anak Palestina yang menempuh pendidikan di Indonesia kemungkinan mencapai 100 orang.

Teddy turut mengungkap adanya WNI yang diamankan pihak Israel di laut bebas pada pekan lalu. Menurutnya, melalui diplomasi senyap maupun langkah yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri, WNI tersebut berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam beberapa hari.

"Ingat, yang saya sampaikan adalah hasil konkrit nyata satu setengah tahun terakhir dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya itu yang utama," imbuh Teddy.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(dpw/dpw)










Hide Ads