detikBali

Dolar AS Menguat, Kunjungan Wisman ke Nusa Penida Melonjak Jelang High Season

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dolar AS Menguat, Kunjungan Wisman ke Nusa Penida Melonjak Jelang High Season


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Plt Kadispar Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya.
Plt Kadispar Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Di tengah kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Nusa Penida, Klungkung, Bali tercatat meningkat signifikan sepanjang Mei 2026. Meski begitu, Dinas Pariwisata Klungkung belum dapat memastikan apakah penguatan dolar menjadi faktor utama kenaikan tersebut. Lonjakan kunjungan ini disebut memang kerap terjadi menjelang musim ramai atau high season.

"Memang terjadi peningkatan di dua bulan terakhir. Terutama Mei. Padahal ini belum high season," kata Plt Kadis Pariwisata Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya saat dikonfirmasi awak media, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan pantauan detikBali pada sistem One Gate One Destination (Ogod) Dispar Klungkung, rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 3 ribu orang per hari pada Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi pendapatan, terjadi kenaikan bertahap sejak awal tahun. Pada Januari hingga Maret 2026, rata-rata pendapatan harian berada di kisaran Rp 70 juta. Angka ini naik menjadi sekitar Rp 80 juta per hari pada April, lalu kembali meningkat menjadi rata-rata Rp 90 juta per hari pada Mei 2026. Total pendapatan pada Mei tercatat lebih dari Rp 2,4 miliar.

Putra Mahajaya menyebut, pihaknya belum dapat memastikan kaitan langsung antara penguatan dolar AS dan lonjakan kunjungan wisatawan karena belum tersedia data pembanding yang cukup. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh faktor eksternal lain.

ADVERTISEMENT

"Kita memang belum ada data pembandingnya. Namun hal itu bisa saja terjadi. Intinya kita tengah fokus melakukan perbaikan sistem guna memaksimalkan pendapatan," jelasnya.

Ia juga menambahkan, kenaikan kunjungan ini bisa saja dipengaruhi oleh meredanya konflik di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya disebut berdampak pada penurunan kunjungan pada Januari hingga Maret 2026.

Tak hanya Nusa Penida, sejumlah destinasi heritage di Klungkung juga mencatat peningkatan kunjungan. Pada April hingga Mei 2026, rata-rata pengunjung mencapai 90 orang per hari, naik dari sebelumnya yang hanya berkisar 40 hingga 50 orang per hari.

Diketahui, tahun ini Dinas Pariwisata Klungkung menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 130 miliar. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp 90 miliar. Sementara itu, realisasi capaian PAD Dispar Klungkung pada 2025 hanya mencapai Rp 30 miliar.

Mengacu pada google finance, nilai tukar 1 dolar AS (USD) berada di kisaran Rp 17.815,250. Sejumlah pengamat menilai pelemahan rupiah turut berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi, termasuk Bali.



(dpw/dpw)









Hide Ads