detikBali

Rupiah Babak Belur, Kemenpar Sebut Turis Malaysia-China Serbu Indonesia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Rupiah Babak Belur, Kemenpar Sebut Turis Malaysia-China Serbu Indonesia


Fabiola Dianira - detikBali

Wisatawan menikmati suasana saat libur Lebaran di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu (5/4/2025). Pengelola objek wisata mencatat pada masa libur Lebaran 31 Maret-4 April 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata itu sebanyak 35.000 orang dengan persentase yakni 70 persen wisatawan dometik dan 30 persen wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan menikmati suasana liburan di kawasan Tanh Lot, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)
Badung -

Nilai tukar rupiah babak belur di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menyentuh di angka Rp 17.853.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini mengatakan pelemahan nilai rupiah ini justru berdampak positif terhadap sektor pariwisata. Ia menyebut kunjungan wisatawan mancanegara semakin meningkat, khususnya turis asal Malaysia dan China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terbukti sekarang yang kita lihat negara tetangga. Jadi, Malaysia kan cukup kuat mata uangnya. Ketika kita (rupiah) melemah, value mereka untuk ke sini malah berlipat-lipat," ungkap Marthini saat ditemui di sela-sela acara Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Nusa Dua, Bali, Jumat (29/5/2026).

Marthini mengatakan kunjungan pelancong asal Malaysia menjadi salah satu pasar yang paling terlihat pertumbuhannya. Selain nilai mata uang Malaysia lebih kuat, dia berujar, jarak yang dekat serta konektivitas penerbangan yang baik membuat warga dari Negeri Jiran memilih berlibur ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menurut Marthini, kunjungan turis Malaysia sudah mulai meningkat semenjak krisis Timur Tengah. Terlebih, dia melanjutkan, Indonesia sudah lama populer di kalangan wisatawan Malaysia. Sejumlah hal yang digemari wisatawan Malaysia di Indonesia antara lain kuliner, atraksi wisata, hingga fesyen.

"Ada tempat-tempat terutama di Jakarta, Bandung, itu favorit mereka (wisatawan Malaysia). Tapi untuk di luar itu mereka suka diving, kemudian wastra (kain tradisional)," jelasnya.

Marthini mengatakan pasar wisatawan China juga meningkat hingga 25 persen saat krisis Timur Tengah. Menurut dia, turis muda asal China kini aktif bepergian dan memanfaatkan online travel agent (OTA) untuk mencari destinasi wisata tujuan.

Selain itu, dia melanjutkan, sebagian wisatawan China kini mulai mengurangi perjalanan ke Jepang dan beralih ke Indonesia "Gen Z ini pakai OTA, online travel agent. Kemudian pasarnya juga besar. Sekarang mereka mulai berkurang ke Jepang, mereka lebih ke Indonesia," imbuh Marthini.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads