Prabowo Salurkan 28 Sapi Kurban di NTT

Simon Selly - detikBali
Kamis, 21 Mei 2026 16:34 WIB
Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI (dok. YouTube Setpres)
Kupang -

Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima 28 ekor sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto atau Sapi Banmas untuk Idul Adha 2026. Jumlah itu bertambah dari rencana awal 23 ekor karena ada sejumlah kabupaten yang hewan kurbannya tidak memenuhi target berat 1 ton.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan NTT, Melky Ansar, menjelaskan seharusnya setiap kabupaten/kota dan provinsi mendapat masing-masing 1 ekor sapi. Namun, karena beberapa daerah tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar, diputuskan ada kabupaten yang menerima 2 ekor sapi.

"Seharusnya 23 ekor saja untuk 22 kabupaten/kota serta 1 provinsi. Tetapi, karena ada beberapa kabupaten itu sapinya tidak memenuhi target 1 ton berat, akhirnya diputuskan untuk kabupaten-kabupaten yang sapinya ukurannya tidak sampai itu di kasih 2 ekor sapi, makanya jadi 28 ekor semuanya," terang Melky, Kamis (21/5/2026).

Ia menyebut ada empat kabupaten yang menerima 2 ekor sapi kurban presiden.

"Ada empat kabupaten yang terima dua hewan kurban. Karena sapi yang ada rata-rata berat badanya kurang dari 1 ton," tambahnya.

Melky menjelaskan distribusi sapi mulai dilakukan pekan ini, terutama untuk daerah yang membutuhkan angkutan kapal. Salah satunya Maumere yang pengirimannya harus menyesuaikan jadwal kapal agar hewan tidak mengalami stres.

"Contohnya ke Maumere, mau tidak mau kita harus kirimkan dari sekarang. Karena harus mengingat jadwal kapal dan juga hewan itu tidak boleh stres," tukas Melky.

Sementara untuk wilayah daratan Timor, pengiriman dijadwalkan mulai pekan depan.

"Kalau daratan Timur, rencananya minggu depan kita mulai distribusikan," katanya.

Melky memastikan seluruh sapi kurban berasal dari dalam NTT. Sapi berukuran besar yang didistribusikan ke berbagai daerah didatangkan dari daratan Timor.

Melky menjelaskan harga sapi bervariasi. Sapi termurah dibeli seharga Rp 43 juta, sedangkan sapi dengan bobot mencapai 1 ton bisa menembus Rp 93 juta per ekor, termasuk ongkos angkut hingga ke lokasi masjid.

Ia menjelaskan proses pembelian diawali dengan verifikasi langsung ke lapangan untuk mencari sapi berukuran besar, kemudian dilakukan pengukuran berat badan. Setelah lolos, laporan disampaikan ke pusat.

"Setelah laporan itu, tim dari kepresidenan akan datang, dan mereka sudah datang sejak minggu lalu mereka yang akan melakukan pembayaran dengan pelaku usaha ataupun pemilik ternak itu sendiri," jelas Melky.

Ia menegaskan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat. Transaksi pembelian juga dilakukan langsung antara tim kepresidenan dan pemilik ternak tanpa melalui pemerintah daerah.



Simak Video "Video: Melihat Sapi Kurban Presiden Prabowo di Tabanan"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork