detikBali

Dishub Mataram Bidik Cuan Parkir dari Kafe-kafe Kekinian

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dishub Mataram Bidik Cuan Parkir dari Kafe-kafe Kekinian


Nathea Citra - detikBali

Ilustrasi titik parkir di Jalan Cilinaya, Cakranegara, Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
Foto: Ilustrasi titik parkir di Jalan Cilinaya, Cakranegara, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram tengah melirik potensi titik parkir baru dari kafe-kafe kekinian yang bermunculan di Mataram. Musababnya, realisasi retribusi parkir hingga April 2026 masih rendah, yakni baru mencapai Rp 3 miliar.

"Kalau tidak salah sudah Rp 3 miliar per April ini, dari target kita Rp 18,5 miliar di tahun ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (22/4/2026).

Zulkarwin mengaku optimistis target realisasi retribusi dari parkir akan tercapai di tahun, meskipun capaian dari tahun-tahun sebelumnya kerap berada di rapor merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami optimistis bisa tercapai. Salah satu yang bisa kami genjot untuk meningkatkan realisasi retribusi ialah meminta teman-teman korlap (koordinator lapangan) untuk melakukan pengawasan tiga kali sehari. Jam kerjanya dibagi tiga jam pagi, tiga jam sore dan tiga jam malam untuk melakukan pengawasan di tempat parkir dan penagihan intens," terangnya.

Tak hanya itu, para korlap juga diminta untuk mendatangi juru parkir yang malas menyetorkan retribusi parkirnya ke Dishub selama ini. Mengingat masih banyak jukir yang enggan menyetorkan retribusi parkirnya ke Dishub, tapi malah menggunakan retribusi itu untuk keperluan pribadi.

ADVERTISEMENT

"Kami minta korlap ini tunggu jukir di tempat-tempat yang memang jarang menyetor. Kami minta tunggu dia," tegasnya.

Menurut Zulkarwin, maraknya kafe-kafe baru di Kota Mataram bisa meningkatkan potensi retribusi parkir di tahun ini.
"Kita bisa kejar (retribusi) melalui titik-titik parkir ini, mudah-mudahan ada titik parkir baru yang bisa kita daftarkan. Nanti kita minta korlap untuk mengawasi titik itu," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram per Maret 2026 sudah berada di angka Rp 130 miliar atau setara 19,91 persen dari target Rp 656 miliar. Pemkot Mataram optimistis PAD tahun ini bisa mencapai target melalui beberapa OPD hingga akhir tahun 2026.

"Dari (target) Rp 656 miliar, baru terealisasi Rp 130 miliar lebih atau setara 19,91 persen per bulan Maret 2026," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Muhamad Ramayoga, sebelumnya.

Yoga memerinci realisasi pajak daerah berada di angka Rp 72 miliar, dari target Rp 311 miliar, atau setara 23,2 persen. Kemudian, realisasi retribusi baru tercapai Rp 56 miliar dari target Rp 326 miliar atau setara 17,3 persen.

"(Persentase di triwulan satu ini) sudah mencapai target. Targetnya kan sekitar 20 persen, ini kan sudah 19,91 persen," jelasnya.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE