detikBali

Harga Plastik Naik, Pendapatan UMKM Denpasar Tergerus

Terpopuler Koleksi Pilihan

Harga Plastik Naik, Pendapatan UMKM Denpasar Tergerus


Fabiola Dianira - detikBali

Salah satu pedagang UMKM di Denpasar mengeluhkan harga plastik yang mahal memengaruhi pendapatannya, Senin (6/2/2026).
Salah satu pedagang UMKM di Denpasar mengeluhkan harga plastik yang mahal memengaruhi pendapatannya, Senin (6/4/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Denpasar terdampak kenaikan harga plastik. Lonjakan harga kemasan dinilai cukup drastis dan berimbas pada penurunan penghasilan pedagang.

Salah satunya Desy Hermayanti, pedagang dimsum dan jasuke di Denpasar. Ia mengaku harga berbagai jenis kemasan plastik mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Ya lumayan naiknya, nggak seribu-dua ribu," ujar perempuan 32 tahun itu, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merinci kenaikan harga pada sejumlah jenis kemasan. Harga styrofoam yang sebelumnya sekitar Rp 45.000 kini naik menjadi Rp 50.000 per pack. Plastik klip yang semula Rp 14.000 kini menjadi Rp 20.000. Sementara beberapa jenis plastik lain juga naik, dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.500, serta dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.000 tergantung ukuran.

ADVERTISEMENT

Kenaikan tersebut membuat Desy harus lebih hemat dalam penggunaan plastik. Ia kini menanyakan kepada pelanggan apakah ingin menggunakan kantong plastik atau tidak.

"Ya gitu dah, kadang tak tanyain mau pakai kresek nggak? Ini kan sausnya kan dipisah. Terus jadinya saya tawarin mau dipisah atau langsung aja, jadi lebih hemat," jelasnya.

Meski plastik menjadi salah satu komponen utama dalam usahanya, Desy memilih tidak menaikkan harga jual. Ia khawatir pelanggan akan semakin berkurang di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Namun, kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatannya. Ia mengaku omzet yang terlihat besar kerap habis untuk menutup biaya modal berjualan.

aHal serupa juga dirasakan Imel, penjaga stan alpukat kocok di Denpasar. Ia menyebut kenaikan harga plastik mulai terasa setelah Lebaran.

Menurutnya, harga thinwall yang sebelumnya sekitar Rp5.000 kini naik menjadi Rp8.000 hingga Rp9.000 per pack. Sendok plastik yang sebelumnya Rp8.000-Rp10.000 kini mencapai Rp17.000. Sementara gelas plastik naik dari Rp15.000 menjadi Rp19.000.

Selain plastik, ia juga merasakan kenaikan harga bahan pokok.

"Kayak buah juga naik, mangga, semua naik sekarang, bahan-bahan pokok tuh mahal semua. Kayak beras, jagung, kedelai itu bahan-bahan pokok naik semua," jelas perempuan 17 tahun itu.

Kondisi tersebut membuat pendapatannya turun drastis. Ia memperkirakan penurunan keuntungan mencapai sekitar 60 persen.

"Iya, kerasa banget (penurunannya). Kalau pengurangan keuntungannya, kalau yang sekarang ini turunnya mungkin 60% lah," ungkpanya.

Meski demikian, Imel belum berencana menaikkan harga jual produknya. Ia menyebut usahanya masih bisa berjalan, namun akan mempertimbangkan kenaikan harga jika biaya modal terus meningkat.

"Tergantung. Kalau harganya lebih meningkat lagi kayak bahan-bahannya atau apanya lebih meningkat dan penghasilannya lebih sedikit, insyaallah dinaikin," tutupnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads
LIVE