detikBali

Harga Plastik Melonjak hingga 50 Persen, Dampak Perang AS-Iran Mulai Terasa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Harga Plastik Melonjak hingga 50 Persen, Dampak Perang AS-Iran Mulai Terasa


Anisa - detikBali

Aktivitas jual beli di toko plastik kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Ilustrasi harga plastik. Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Denpasar -

Harga berbagai jenis produk plastik di pasaran mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan ini dipicu terganggunya impor bahan baku plastik akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Dilansir detikFinance, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan harga disebut mencapai hingga 50%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%," kata Reynaldi kepada detikcom, Minggu (5/4/2026).

Harga Plastik Naik

ADVERTISEMENT

Reynaldi mencontohkan harga plastik kresek yang awalnya Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pak. Kemudian plastik klasifikasi lainnya ada yang naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000.

"Memang ini risiko jika kita masih mengalami ketergantungan impor sehingga dampak dari perang yang ada di Timur Tengah ini implikasi secara serius ke dalam negeri sehingga kenaikannya akan terus terjadi. Kami pantau memang signifikan sekali harga plastik ini kenaikannya," imbuhnya.

Reynaldi menyebut pedagang pasar yang dominan menggunakan plastik untuk membungkus dagangannya sudah teriak dengan kenaikan harga ini. Ia tidak menampik jika kenaikan harga plastik bisa berpotensi mengerek harga komoditas yang dijual di pasaran.

"Emak-emak yang menggunakan plastik untuk dagangannya tentu sudah teriak-teriak, ini akan membuat harga di pasaran juga berpotensi mengalami kenaikan," tutur Reynaldi.

Plastik Impor

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun (kurs Rp 16.927) pada Februari 2026. Barang tersebut dipasok dari berbagai negara.

Impor plastik dan barang dari plastik pada Februari 2026 paling banyak berasal dari China yakni US$ 380,1 juta. Kemudian disusul dari Thailand US$ 82,7 juta dan dari Korea Selatan (Korsel) US$ 66,7 juta.

Indonesia juga tercatat impor plastik dan barang plastik dari Amerika Serikat (AS) yang saat ini sedang berperang dengan Iran. Tercatat impornya mencapai US$ 29,9 juta pada Februari 2026.

Kemudian Indonesia juga impor plastik dan barang plastik dari Arab Saudi senilai US$ 14,9 juta pada Februari 2026. Pemasok juga ada berasal dari Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia dan Taiwan.

Artikel ini telah tayang di detikFinance




(nor/nor)










Hide Ads