Tabungan di Bank 'Bocor' gegara Biaya Admin, Simak Solusinya

Tabungan di Bank 'Bocor' gegara Biaya Admin, Simak Solusinya

Tim detikFinance - detikBali
Sabtu, 10 Sep 2022 23:31 WIB
Hand holding Indonesian Rupiah (IDR) Red 100,000 bank notes currency from leather wallet on white background.
Ilustrasi - Bagaimana solusi agar tabungan tidak bocor gegara biaya admin? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Anggi Dharma Prasetya)
Bali -

Masalah keuangan menjadi topik yang sering menjadi keluhan bagi sebagian orang. Tak terkecuali soal jumlah uang yang disimpan di bank yang tidak bertambah, melainkan terus berkurang. Lantas, bagaimana solusi agar tabungan tidak bocor gegara biaya admin?

Seperti diketahui, menabung atau menyimpan uang di bank biasa kini tak lagi mendapatkan bunga. Beberapa bank memiliki kebijakan suku bunga 0% untuk jumlah tertentu. Tak jarang, uang yang ditabung di bank justru bocor lantaran harus membayar biaya admin setiap bulan.

Itulah sebabnya, Anda perlu mencari alternatif lain untuk mengembangbiakkan uang agar tak digerogoti biaya admin. Sehingga, Anda juga tetap bisa mendapatkan keuntungan.


Dilansir dari detikFinance, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho mengungkapkan obligasi ritel Indonesia (ORI) atau Sukuk RI bisa jadi pilihan untuk menyimpan uang.

"Logam mulia juga bisa untuk jangka panjang, karena harganya terus naik tapi minimal sekali 3 tahun atau 5 tahun ke depan," ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menerbitkan SBN Ritel jenis Sukuk Negara seri SR017 sebesar 5,9% bersifat tetap atau fixed per tahun. Sedangkan untuk harga emas Antam hari ini tercatat Rp 950.000 per gram.

Berikutnya, bank digital juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk menyimpan uang agar Anda tetap menikmati untung. Penawaran bunga yang diberikan bervariasi mulai dari 3- 6%.

Adapun besaran bunga tergantung dari jumlah dan jangka waktu yang diambil. Umumnya, makin besar jumlah tabungan dan makin lama waktu simpan, maka bunga akan semakin besar.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan masyarakat juga bisa memilih instrumen investasi lain yang hasilnya lebih tinggi atau mendekati inflasi bahkan di atas inflasi.

Contohnya surat berharga negara, surat utang negara. Atau emas yang bisa digunakan untuk jangka panjang. Reksa dana juga bisa menjadi pilihan untuk mempertahankan aset.

"Jika memang ingin di bank, bisa cari deposito dengan bunga yang lebih menarik," jelas Bhima kepada detikcom, belum lama ini.



Simak Video "Menjajal Kepiting Budeng di Warung Mangrove Jembrana"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)