Lelang Dinilai Tak Sesuai SOP, Puluhan Nasabah Bank Mesadu ke DPRD Buleleng

Lelang Dinilai Tak Sesuai SOP, Puluhan Nasabah Bank Mesadu ke DPRD Buleleng

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Selasa, 06 Sep 2022 20:11 WIB
Puluhan nasabah datangi Gedung DPRD Buleleng, pada Selasa (6/9/2022).
Foto: Puluhan nasabah bank datangi Kantor DPRD Buleleng pada Selasa (6/9/2022). (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Puluhan orang nasabah yang berasal dari sejumlah Bank Swasta dan BUMN, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Buleleng, Selasa (6/9/2022). Mereka mendatangi Gedung Dewan berharap agar lahan dan bangunan yang sebelumnya mereka gunakan sebagai jaminan di Bank dan hendak dilelang oleh Lembaga lelang bisa ditunda dulu.

Hal itu karena para nasabah menilai jika eksekusi yang dilakukan hanya sepihak, maka tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kami dari pihak nasabah, meminta supaya pihak bank dan Lembaga lelang menunda dulu, eksekusinya, dan menunggu hasil koordinasi dari pemerintah daerah Kabupaten Buleleng, supaya tidak muncul stigma tentang mafia lelang di masyarakat," kata Antonius Kiabeni dari LSM Gema Nusantara usai mendampingi para nasabah saat audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Buleleng, Selasa (6/9/2022).


Dalam penyampaiannya, Anton mengatakan berdasarkan hasil advokasi dari tahun 2020 para nasabah yang ia dampingi telah menunaikan kewajiban sesuai dengan kesepakatan saat meminjam kredit di Bank. Namun dalam proses eksekusi lelang, menurutnya hanya dilakukan secara sepihak, tanpa ada pemberitahuan kepada para nasabah.

Anton pun mencontohkan, dari salah satu nasabah yang tanah dan bangunannya tiba-tiba dieksekusi oleh pihak bank, padahal pada kenyataannya belum ada jatuh tempo terkait dengan pembayaran kredit. Selain itu ada juga nasabah yang sudah menyetor uang hingga Rp 400 juta sampai Rp 500 juta, namun tetap dieksekusi.

"Jadi ini awalnya memang ada akad kredit, dan di pinjaman itu sudah sama-sama sepakat, tetapi dalam memindahtangankan hak dari nasabah ini tidak boleh memindahkan secara sepihak, tapi pemiliknya juga harus dikasih tahu, dan dari hasil advokasi saya, semua sepakat untuk bayar. Tidak ada yang tidak bayar," katanya.

Sementara itu menanggapi audiensi yang dilakukan oleh sejumlah nasabah tersebut Wakil Ketua DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara menyampaikan bahwa selaku Lembaga DPRD harus menerima aspirasi dari masyarakat. Di mana selanjutnya terkait dengan langkah-langkah apa yang akan dilakukan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi secara kelembagaan untuk menentukan tindakan apa yang akan dilaksanakan. Supaya dapat menemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak.

"Kami sebagai Lembaga dewan karena dia aspirasi kan harus diterima, nah langkah-langkah apa yang akan kami ambil kami akan diskusikan dulu secara kelembagaan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Apakah akan memanggil pihak bank? Nanti lah kita putuskan kan kita sekarang ada kegiatan kegiatan, jadi kami tidak bisa memutuskan sendiri. Kami secara kelembagaan yang dituju kami akan diskusikan di hari jumat apa langkah yang akan diambil selanjutnya dalam permasalahan ini," tegasnya.



Simak Video "Polisi Gerebek Markas Komplotan Hacker Nasabah Bank di Lampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)