Mantap! Tembus Rp 156M, Komoditas Ikan Bali diminati di Amerika

Poetri - detikBali
Jumat, 15 Apr 2022 09:29 WIB
Pekerja menjemur ikan teri atau bilis (Engraulidae) kualitas ekspor di kawasan sentral produksi ikan kering Lhokseumawe, Aceh, Kamis (30/1/2020). Dalam kondisi cuaca normal produksi ikan teri untuk kebutuhan pasar nasional Sumatera,  Jawa dan pasar ekspor Malaysia tembus 8-9 ton perhari dengan harga  Rp110.000 hingga Rp130.000 per kg. ANTARA FOTO/Rahmad/pd.
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rahmad)
Denpasar -

Ekspor komoditas perikanan dari Bali ternyata cukup diminati di Amerika Serikat. Negara super power itu menjadi tujuan utama ekspor komoditas perikanan dari Bali.

Berdasarkan catatan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar pada triwulan I 2022, sebanyak 30,9 persen dari total ekspor komoditas perikanan dari Bali dikirim ke Amerika Serikat. Nilainya mencapai total Rp 156,58 miliar.

Sementara itu, total nilai ekspor komoditas perikanan dari Bali pada periode yang sama tercatat mencapai Rp 506,76 miliar. Angka tersebut menurun 9,66 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 560,94 miliar .


"Memang ada penurunan, naik turun ini normal karena ikan kan ada musimnya untuk panen," kata ujar Kepala BKIPM Denpasar Anwar kepada detikBali.

Anwar menjelaskan, selain Amerika Serikat, komoditas perikanan Bali juga diekspor ke 67 negara, termasuk ke Tiongkok (China) berada di peringkat ke dua dengan nilai ekspor mencapai Rp 74,61 miliar atau 14,72 persen, diikuti Australia sebesar Rp 58,62 miliar atau 11,57 persen.

Penurunan terjadi pada ekspor ikan non hidup. Pada triwulan I 2022, nilai ekspor ikan non hidup sebesar Rp 437,31 miliar, mengalami penurunan sebesar 13,78 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Sementara nilai ekspor ikan hidup pada triwulan I 2022 sebesar Rp 69,45 miliar, mengalami kenaikan sebesar 29,30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Terdapat lima komoditas ikan hidup yang rutin diekspor sepanjang triwulan I 2022 ini yakni cumi, mutiara, kakap dan sarden, benih bandeng, coral, ikan hias air laut, kerapu dan benih kerapu. Sedangkan untuk komoditi ikan non hidup, yaitu ikan tuna.



Simak Video "Sebelum Ekspor ke Mesir Pastikan Suplai Stabil"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)