Ala ayuning dewasa menurut kalender Bali hari ini diantaranya baik untuk menebang kayu, tetapi tidak baik melakukan Manusa Yadnya.
Kalender Bali memuat perhitungan ala ayuning dewasa yang digunakan untuk menentukan baik atau buruknya suatu hari. Perhitungan ini menjadi salah satu pedoman masyarakat Hindu di Bali dalam memilih waktu untuk kegiatan adat dan ritual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ala ayuning dewasa berdasarkan perhitungan kalender Bali, Senin 26 Oktober 2026, yang telah dirangkum dari kalenderbali.org.
• Carik Walangati. Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. (Alahing dewasa 3).
• Dadig Krana. Baik untuk menanam tebu, mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), berenggama. (Alahing dewasa 2).
• Gagak Anungsang Pati. Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa (Alahing dewasa 2).
• Kala Buingrau. Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4).
• Kala Temah. Tidak baik untuk dewasa ayu. (Alahing dewasa 3).
• Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3).
• Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Buat Sebet, Pratiti: Jaramerana