Kapolda Bali, Irjen Pasma Royce, melepas 100 personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Bali untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pelepasan dilakukan di Mako Brimob Polda Bali, Sabtu (24/10/2026).
Pasma dalam pidatonya menegaskan penugasan bawah kendali operasi (BKO) ini bukan sekadar perbantuan antar-satuan, melainkan manifestasi dari solidaritas dan sinergitas Polri yang kuat dalam menghadapi bencana yang berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
"Penugasan BKO ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Tunjukkan bahwa di mana pun Polri ditugaskan, kita akan senantiasa hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik," tegas Pasma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasma memberikan sejumlah penekanan utama terhadap 100 personel yang berangkat untuk menjalankan misi di medan penugasan. Pertama, Pasma meminta agar personel melaksanakan tugas dengan dedikasi yang tinggi. "Jalankan amanah ini dengan penuh disiplin, profesional, dan rasa tanggung jawab yang besar," pintanya.
Kedua, Pasma meminta agar mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat. Personel diminta memperhatikan kondisi cuaca, arah angin, kualitas udara, serta karakteristik medan di lapangan. Personel juga diminta menggunakan perlengkapan pelindung pribadi (PPD) secara disiplin dan patuhi seluruh prosedur keselamatan kerja,
Ketiga, para personel diminta untuk memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerinta daerah, instansi terkait, relawan, serta elemen masyarakat setempat.
Terakhir, Pasma meminta personel menjaga integritas dan kehormatan institusi. "Junjung tinggi kehormatan dan nama baik Polri, khususnya Polda Bali. Jadilah personel yang tangguh dalam menghadapi tantangan tugas sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat," ucapnya.
Pasma berharap seluruh rangkaian penugasan ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan berhasil menekan angka karhutla secara signifikan. Ia juga berpesan agar semangat kebersamaan dengan masyarakat serta motto Korps Brimob 'Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan' senantiasa dipegang teguh dalam setiap langkah pengabdian.
"Selamat bertugas. Jaga diri, jaga kekompakan, dan jaga nama baik Polda Bali," pesan Pasma.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, tantangan penanganan bencana di wilayah tersebut masih sangat tinggi. Sejak bulan Januari hingga pertengahan Oktober 2026, tercatat lebih dari 4.900 kejadian karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 27.000 hektare.
Dampak dari kebakaran ini telah menimbulkan kabut asap pekat yang mengancam kesehatan masyarakat, melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga, serta menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius.