Harga Material Naik, Bantuan Bedah Rumah di Klungkung Diusulkan Jadi Rp 60 Juta

Fatih Kudus Jaelani - detikBali
Senin, 19 Okt 2026 11:55 WIB
Foto: Bupati Klungkung I Made Satria tengah meninjau progres pembangunan bedah rumah warga di Desa Tegak, Kecamatan Klungkung, Klungkung, Bali, Senin, (19/10/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Bupati Klungkung I Made Satria berencana mengevaluasi besaran bantuan bedah rumah dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Langkah ini dilakukan karena nilai bantuan yang berlaku saat ini dinilai tak lagi sebanding dengan kenaikan harga material bangunan.

Saat ini, bantuan bedah rumah di Klungkung sebesar Rp 40 juta per unit, sedangkan rehabilitasi rumah sebesar Rp 20 juta per unit. Satria menilai nominal tersebut perlu disesuaikan agar pembangunan maupun perbaikan rumah warga bisa diselesaikan dengan maksimal.

"Kenapa harus diubah? Karena harga barang-barang sudah tidak seperti dulu lagi, sudah naik harga semen, harga kayu, dan harga material yang lainnya," ujar Satria seusai meninjau realisasi bedah rumah di Desa Tegak, Klungkung, Bali, Senin (19/10/2026) pagi.

"Sehingga kalau kami berikan dana untuk bedah rumahnya ataupun rehab rumahnya memakai anggaran lama, itu tidak sesuai sekarang, jadinya tidak bisa diselesaikan," imbuhnya.

Dari hasil peninjauannya di lapangan, politisi PDIP itu meminta agar ke depan nominal bantuan dapat disesuaikan agar tidak membebani masyarakat penerima manfaat.

Ia berharap melalui penyesuaian anggaran ini, warga kurang mampu tetap dapat mendirikan atau memperbaiki rumah mereka hingga menjadi layak huni tanpa harus terbebani biaya tambahan.

Selain mengandalkan APBD, Pemkab Klungkung juga menggandeng pihak swasta, salah satunya Bank BPD Bali melalui Pimpinan Cabang Klungkung, yang turut menyalurkan bantuan berupa sembako bagi warga kurang mampu di bumi serombotan.

Satria berkomitmen, pemerintah daerah akan terus menggenjot proses pendataan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara akurat bersama kepala dusun dan kepala desa. Langkah ini dilakukan agar bantuan setiap tahunnya dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dicanangkan Naik Rp 20 Juta

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) I Made Jadi Laksana menjelaskan pihaknya telah melakukan evaluasi anggaran bantuan bedah rumah dan rehabilitasi RTLH untuk tahun anggaran 2027. Dari hitungan kebutuhan terbaru, direncanakan akan mengalami kenaikan Rp 20 juta.

"Bedah rumah yang nilainya Rp 40 juta akan kami naikkan menjadi Rp 60 juta per unit. Sedangkan rehab yang sekarang Rp 20 juta akan dinaikkan menjadi Rp 40 juta," terang Jati Laksana.

Tahun ini, Pemkab Klungkung menganggarkan sekitar Rp 1,115 miliar untuk 39 unit rumah. Jumlah tersebut terdiri dari 23 unit rehab dan 16 unit bedah rumah.

"Kalau untuk Kecamatan Nusa Penida ada penambahan Rp 5 juta. Jadi untuk rehab Rp 25 juta dan bedah rumahnya Rp 45 juga. Nanti akan sama nambah masing-masing Rp 20 juta," jelasnya.

Diketahui, berdasarkan data tahun 2025, jumlah RTLH di Klungkung mencapai 3.115 unit. Jumlah ini belum dikurangi rumah yang sudah direhab dan dibedah, baik dari anggaran ABPD Klungkung TA 2026 sebanyak 39 unit, dan bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 700 unit.



Simak Video "Video Evakuasi Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Bali, Semua ABK Selamat"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork