Puteri Anak Indonesia Pariwisata asal Bali Dewa Ayu Agung Istri Mirah Widia bakal menyuarakan antiperundungan saat berkompetisi di tingkat nasional di Jakarta. Perempuan yang akrab disapa Gung Mirah itu mengaku menjadi salah satu korban perundungan saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Advokasi saya tentang perundungan. Karena ini hal paling dekat dengan kehidupan kita dan saya sendiri pernah mengalami," kata Gung Mirah saat konferensi pers Finalis Puteri Anak dan Remaja Bali di Gianyar, Minggu (18/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gung Mirah banyak bersuara dengan membuat konten melalui akun media sosialnya. Siswi kelas VIII SMPN 1 Denpasar itu juga kerap diundang menjadi pembicara tentang bahaya perundungan.
"Perundungan nggak hanya terjadi di sekolah dan perkuliahan. Di dunia kerja juga masih ada, di media sosial juga banyak," kata Mirah.
Mirah menuturkan dirinya tak jarang mendampingi beberapa korban perundungan. Ia berharap korban perundungan dapat menumbuhkan keberanian dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.
Menurutnya, korban perundungan biasanya memiliki ketakutan untuk menceritakan kondisi yang dialami. "Jadi, tujuan saya agar seluruh orang yang pernah mengalami perundungan dapat kembali kepercayaan dirinya, merasa aman, dan tidak takut untuk menunjukkan potensi diri," imbuhnya.
Regional Director Puteri Anak & Remaja Indonesia (PARI) wilayah Bali Cokorda Istri Indah Apsari mengungkapkan Mirah dan empat kandidat Putri Anak Indonesia Bali lainnya bakal bersaing dengan kandidat lain dari berbagai daerah di Jakarta pada 27 Oktober mendatang. Menurutnya, setiap kandidat wajib berkontribusi nyata terkait isu yang disuarakan dalam ajang itu.
"Misalnya, kandidat yang bicara soal pariwisata, anak-anak akan berkontribusi sesuai dengan cara mereka sendiri. Mereka juga wajib terlibat aktif dalam agenda pemerintahan dan di organisasi kami. Anak-anak kami yang usia 14 tahun, bicara soal pariwisata, sering diundang untuk jadi narasumber," kata Indah.
Indah mengatakan setiap topik yang disuarakan menjadi sarana edukasi dan inspirasi untuk masyarakat. Saat ini, para finalis lebih banyak menyuarakan isu-isu tersebut melalui akun media sosial masing-masing.
"Setiap kandidat punya topik vokasi masing-masing. Mereka punya konten di akun media sosial mereka juga untuk merealisasikan topik yang divokasikan," imbuh Indah.
Untuk diketahui, total ada sebanyak sembilan kandidat Puteri Anak dan Remaja Bali yang akan berkompetisi di Jakarta. Selain Gung Mirah, ada pula Puteri Anak Indonesia Lingkungan Dinda Cantik, Puteri Batik Cilik Ni Komang Trias Wiswani Amerta Subhagani, dan Puteri Anak Indonesia juara 1 asal Bali Widya Agung.
Kemudian, tiga kandidat Puteri Remaja Indonesia Bali dan dua Puteri Batik Remaja Bali diwakili dua kandidat. Seluruh perwakilan asal Bali itu telah melalui karantina dan kompetisi di tingkat provinsi pada 31 Mei 2026.
"Mereka semua adalah pemenang terpilih. Sudah punya predikat masing-masing," kata Indah.