Sejumlah nelayan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, bisa tetap melaut di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM). Mereka melaut menggunakan mesin ketinting listrik.
Inovasi ramah lingkungan ini dihadirkan melalui program pemberdayaan 'Nelayan Lestari' yang digagas Azura Indonesia sejak akhir 2024 untuk nelayan di Bumi Serombotan.
Salah satu nelayan Kusamba, I Nengah Karna (62), mengatakan sudah sekitar 1,5 tahun beralih dari mesin berbahan bakar fosil ke mesin ketinting listrik. Keberadaan mesin ini menjadi penyelamat dapur keluarganya di tengah krisis BBM.
"Saya sudah sekitar satu setengah tahun pakai mesin ketinting listrik ini. Pakai ini tidak ada biaya sama sekali. Ada atau tidak ada ikan, rasanya tetap aman. Tidak rugi," kata Karna saat ditemui detikBali di pesisir Pantai Kusamba, Kamis (15/10/2026).
"Pas ada krisis BBM begini, bedanya kerasa sekali. Saat orang pusing antri cari bensin, saya tinggal cas baterainya lalu bisa langsung berangkat melaut," imbuh Karna.
Tak hanya terbebas dari ketergantungan bahan bakar minyak, efisiensi biaya operasional yang dirasakannya terbilang fantastis. Pria yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari laut ini bisa menghemat biaya operasional hingga 70-80% dibandingkan menggunakan mesin konvensional.
"Dahulu kalau pakai BBM, sekali jalan melaut biayanya lumayan tinggi cuma buat beli bahan bakar. Minimal habis Rp 100 sampai Rp 150 ribu. Sekarang pakai listrik, biaya operasional jauh lebih murah. Rp 30 ribu saja cukup," jelas Karna sembari tersenyum.
Simak Video "Video: 6.300 Koperasi Merah Putih Berbasis Energi Terbarukan Masuk Tahap Operasional"
(hsa/hsa)