BBM Langka: ASN Klungkung WFH, Sekolah Daring di Jembrana dan Gianyar

Aryo Mahendro, I Putu Adi Budiastrawan, Fatih Kudus Jaelani - detikBali
Rabu, 14 Okt 2026 20:42 WIB
Foto: Ilustrasi sekolah online, ilustrasi sekolah daring. (Chat GPT)
Klungkung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mengeluarkan surat edaran tentang penyesuaian sistem kerja melalui Work From Home (WFH). Surat yang ditandatangani Bupati Klungkung I Made Satria tersebut diterbitkan Rabu (14/10/2026) dengan Nomor : B.100.3.4.2/1524/X/BKPSDM/2026.

Surat ini ditujukan pada seluruh instansi dan satuan pendidikan, merujuk dari surat edaran Gubernur Bali tentang penyesuaian WFH akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Provinsi Bali.

"Benar. Sesuai surat edaran Gubernur Bali, Bupati Klungkung juga telah mengeluarkan surat edaran. Mulai besok sampai 17 Oktober, kita terapkan WFH untuk seluruh ASN, kecuali di OPD nonpelayanan," kata Kepala BKPSDM Klungkung Ida Bagus Wirawan Adi Putra pada detikBali, Rabu (14/10/2026).

Kendati demikian, dalam isi surat ditegaskan, pelaksanaan tugas kedinasan secara WFH, agar tetap memastikan kelancaran penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pencapaian target kinerja, dan pelayanan publik.

"Diharapkan untuk menyesuaikan saja di masing-masing OPD," terang Wirawan.

Surat edaran ini menyusul kelangkaan BBM di Bali yang juga berdampak ke Kabupaten Klungkung. Pantauan detikBali, sampai pukul 17.00 Wita, tiga SPBU utama di Klungkung masih dipenuhi oleh antrean warga.

Antrean kian mengular di tempat pengisian utama di Bumi Serombotan. Mulai dari SPBU Besang di Jalan Ngurah Rai, Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, kemudian SPBU Siku di Jalan Rama, Semarapura Kangin, dan terakhir di SPBU Batu Tabih di Jalan Raya Batu Tabih, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan. Kondisi yang sama juga tampak di sejumlah SPBU besar di Bypass IB Mantra seperti di Negari, dan Kusamba.

Sekolah di Jembrana Terapkan Pembelajaran Daring

Kelangkaan BBM di Kabupaten Jembrana mulai berdampak pada sektor pendidikan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana memutuskan untuk mengalihkan seluruh aktivitas pembelajaran di satuan pendidikan ke sistem dalam jaringan (daring).

Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengantisipasi kendala mobilitas guru, tenaga kependidikan, serta para peserta didik akibat sulitnya memperoleh pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir. Pembelajaran daring dilakukan mulai Kamis (15/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026).

Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, membenarkan pemberlakuan pembelajaran daring tersebut. Menurutnya, kebijakan itu menindaklanjuti surat dari gubernur yang meminta sekolah melaksanakan pembelajaran secara daring.

"Bukan libur sekolah, tetapi belajar secara daring. Proses belajar-mengajar maupun tugas mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya," ungkap Anom saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (14/10/2026).

Simak Video "Video: Bali Dilanda Kelangkaan BBM di Berbagai Daerah"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork