Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bersama berbagai elemen masyarakat menggelar peringatan tragedi Bom Bali ke-24 di Monumen Ground Zero, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Senin (12/10/2026) sore. Sejumlah konsulat jenderal dari 21 negara sahabat, perwakilan keluarga korban, anggota DPR hingga pejabat daerah dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.
"Untuk kepastian hadir baru bisa dipastikan besok," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Minggu (11/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arimbawa mengungkapkan acara tahunan ini dipersiapkan untuk mengenang para korban sekaligus mengirimkan doa agar peristiwa serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan. Kesbangpol Badung ditunjuk sebagai koordinator peringatan tahun ini untuk menyiapkan seluruh tahapan teknis hingga arus lalu lintas bersama Polsek Kuta, Polresta Denpasar, Satpol PP Badung, serta LPM Kuta.
Rangkaian acara tahun ini sengaja dikemas secara sederhana tanpa kegiatan seremonial yang berlebihan demi menjaga khidmatnya suasana peringatan tersebut. Fokus utama kegiatan tetap dipusatkan pada aksi gotong royong lintas instansi untuk memanjatkan doa bersama yang rangkaiannya dimulai sekitar pukul 17.00 Wita.
"Tidak ada acara seremonial berlebihan, yang terpenting kita bersama-sama memperingati tragedi ini lewat doa bersama yang digotong-royongkan bersama pemerintah, LPM Kuta, FKUB, dan Yayasan Isana Dewata agar musibah ini tidak terulang," tegas Arimbawa.
Arimbawa berpesan peringatan tragedi Bom Bali bukan sekadar ritual tahunan untuk mengenang duka masa lalu, melainkan momentum berharga untuk memperkuat tali persaudaraan dan merawat perdamaian dunia.
Menurut Arimbawa, melalui doa bersama yang dipanjatkan, terpancar harapan besar agar tatanan kehidupan senantiasa diliputi kedamaian dan rasa aman tanpa ada lagi tragedi serupa di masa depan.
"Semoga keteguhan keluarga korban dan semangat gotong royong lintas bangsa terus menjadi pengingat abadi bagi kita semua untuk menjaga harmoni, merawat toleransi, dan memastikan bahwa perdamaian akan selalu menerangi setiap jengkal langkah kehidupan kita," jelas Arimbawa.
Peringatan peristiwa bom Bali tahun ini awalnya direncanakan dirangkaikan dengan peresmian Museum Perdamaian. Namun, keinginan belum bisa direalisasikan lantaran Museum Perdamaian masih proses pengerjaan.