detikBali

Motor-Mobil Bisa Lewati Jembatan Darurat di Penebel Tabanan, Truk Dilarang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Motor-Mobil Bisa Lewati Jembatan Darurat di Penebel Tabanan, Truk Dilarang


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Jembatan darurat dari kayu dibangun menuju Banjar Itu, Desa Babahan dan Pura Besi Kalung, Penebel Tabanan. /istimewa
Foto: Jembatan darurat dari kayu dibangun menuju Banjar Itu, Desa Babahan dan Pura Besi Kalung, Penebel Tabanan. (Istimewa)
Tabanan -

Akses menuju Banjar Utu, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, kembali bisa dilalui setelah pemerintah setempat memasang jembatan darurat di lokasi senderan jalan yang jebol sejak 5 Agustus 2026.

Jembatan darurat berbahan papan kayu tersebut kini memungkinkan kendaraan roda dua dan roda empat melintas, termasuk warga yang hendak menuju Pura Besi Kalung. Namun, kendaraan berat seperti truk masih dilarang melintas karena kondisi badan jalan belum diperkuat secara permanen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Penebel I Gusti Ayu Satvika Subakti saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026), mengatakan kerusakan terjadi setelah senderan di pinggir badan jalan jebol. Untuk menjaga akses warga tetap terbuka, penanganan sementara dilakukan dengan memasang papan kayu sebagai jembatan darurat.

"Sekarang sudah bisa dilewati kendaraan. Sudah bisa diakses. Jembatan jebol pinggirnya karena senderan yang jatuh. Sekarang sudah ditutup dengan papan," ujar Satvika.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pembatasan masih diberlakukan bagi kendaraan berat. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat diperbolehkan melintas dengan tetap berhati-hati. "Cuma truk tidak boleh. Yang boleh lewat kendaraan roda dua dan empat," tegasnya.

Sementara itu, Pemkab Tabanan telah menyiapkan penanganan permanen melalui Dinas PUPR. Kepala Dinas PUPR Tabanan I Gde Made Partana melalui Kabid Bina Marga mengatakan, perbaikan masuk dalam anggaran perubahan 2026.

Penanganan dilakukan melalui kegiatan pengamanan badan jalan pada ruas Bolangan-Pura Besi Kalung dengan pagu Rp 150 juta. "Pekerjaan ditargetkan mulai akhir Oktober 2026," kata Partana.

Perbaikan permanen nantinya berupa pasangan batu atau dinding penahan tanah (DPT) sepanjang 15 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter. Struktur tersebut disiapkan untuk mengamankan kembali badan jalan sekaligus mencegah kerusakan semakin meluas.

Selama proses penanganan belum dilakukan, masyarakat yang menggunakan akses tersebut diminta tetap berhati-hati. Kendaraan berat juga belum diperbolehkan melintas hingga penguatan badan jalan rampung.



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads