Jembatan yang putus akibat diterjang banjir di Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, tak kunjung diperbaiki sejak Februari 2026. Akibatnya, sejumlah pengendara motor hingga truk nekat melintasi jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh warga.
Pantauan detikBali di lokasi pada Senin (3/8/2026), jembatan darurat tersebut disusun menggunakan batang kelapa dan papan kayu agar sepeda motor, mobil pikap, hingga truk dapat melintas. Jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya warga di dua desa menuju jalan utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama berbulan-bulan, elevasi jembatan darurat tersebut semakin menurun. Meski demikian, warga tetap nekat melintasinya karena tidak memiliki akses alternatif.
Kepala Desa Sekotong Timur, Marwan Hakim, membenarkan kondisi tersebut terus dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, warga telah menunggu perbaikan jembatan selama lima bulan sejak Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), masih aktif menjabat.
"Banyak masyarakat yang ngeluh ini," ungkap Marwan, Senin.
"Pikap sama truk sering lewat itu. Dengan kondisi ini warga terpaksa memberanikan diri," imbuhnya.
Menurut Marwan, bukan hanya kendaraan pribadi yang melintasi jembatan darurat tersebut. Mobil ambulans hingga kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga kerap melewati akses tersebut.
"Mereka juga terpaksa harus melintas," tuturnya.
Marwan mengaku sudah mendapat informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat bahwa pembangunan jembatan ditargetkan dimulai bulan ini. Ia berharap akses tersebut benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat.
"Infonya sedang proses tender, mudah-mudahan kami berharap ini segera diperbaiki lah bulan ini," pungkasnya.
Diketahui, jembatan di Dusun Kambeng, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, rusak diterjang banjir sejak 22 Februari lalu. Ratusan kepala keluarga sempat terisolasi selama dua hari, serta ratusan siswa tak bisa bersekolah selama sepekan akibat ambruknya akses utama tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat sebelumnya berjanji untuk memperbaiki akses jembatan tersebut pada tahun ini. Adapun, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jembatan ambruk itu sebesar Rp 2 miliar.
"Ditangani tahun ini, sekitar Rp 2 miliar itu. Sekarang kita lagi tuntaskan DED-nya," ujar Kepala Dinas (Kadis) PUPRKP, Lalu Ratnawi, 2 Maret lalu.
Mobil pikap terpaksa melewati jembatan darurat dari kayu di Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Senin (3/8/2026). (Foto: M. Zahiruddin/detikBali)