detikBali

3 Sosok di Balik Pepito Bali, Gurita Bisnisnya Bukan Cuma Minimarket

Terpopuler Koleksi Pilihan

3 Sosok di Balik Pepito Bali, Gurita Bisnisnya Bukan Cuma Minimarket


Kadek Eno Vania Wikasari - detikBali

Pepito Market di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. (Instagram @pepito.market)
Foto: Pepito Market di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. (Instagram @pepito.market)
Denpasar -

Nama Pepito sudah dikenal masyarakat sebagai supermarket dengan berbagai pilihan kebutuhan sehari-hari. Jaringan Pepito kini sudah tersebar luas di Bali hingga Lombok dengan berbagai konsep gerai.

Pepito ternyata memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Sebelum berkembang pesat, nama Pepito pernah tercatat dalam bagian dari Kelompok Usaha Keluarga Ramayana yang juga bergerak di berbagai bidang, seperti perhotelan, kuliner, ritel hingga jasa.

Sejumlah sumber menyebutkan ada tiga sosok di balik Pepito, yaitu Putu Gde John Sastrawan, Made Setiawan, dan Nyoman Santiawan. Siapa mereka dan seperti apa gurita bisnis yang pernah dikaitkan dengan ketiganya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelompok Usaha Keluarga Ramayana

Putu Gde John Sastrawan, Made Setiawan, dan Nyoman Santiawan merupakan nama yang tercantum dalam daftar orang kaya di Bali yang dimuat Suara Dewata. Ketiganya disebut dalam satu kelompok usaha, yakni Kelompok Usaha Keluarga Ramayana.

Daftar itu mencantumkan beberapa jenis yang dimiliki oleh kelompok tersebut, mulai dari Ramayana Hotel, Rama Beach, Rama Garden, Pepito Minimarket, Mini Mart hingga Laundry.

Gurita Bisnis Keluarga Ramayana

Bisnis yang berkaitan dengan keluarga tersebut tak hanya berkutat pada hotel dan supermarket. Pada profil Ramayana & Co yang dimuat Bali Heritage Collection, lini perhotelan yang dimiliki kelompok ini mencakup sejumlah properti, seperti Ramayana Suites & Resort Kuta, Rama Beach Resort & Villas, Rama Garden Hotel, Rama Residence Padma, Rama Residence Petitenget hingga Ramayana Candidasa.

Pada bidang kuliner, terdapat beberapa nama, seperti Baker's Corner, Bluefin Japanese Fusion & Lounge, Stadium Sport Bar, Take Japanese Fusion & Lounge, Stadium Sport Bar, Take Japanese Restaurant, Garpu Restaurant, dan Pepito Café.

Sementara di sektor ritel dan jasa, tercantum Pepito Supermarket, Gourmet Market by Pepito, Pepito Express & Markets, Mini Marts, serta Royal Laundry & Dry Cleaning.

Bisnis yang dimiliki kelompok tersebut juga mencakup lini lain, mulai dari pengolahan daging, distribusi makanan dan minuman, biro perjalanan, spa hingga pelayanan kesehatan. Faktanya, Pepito ternyata hanya menjadi salah satu bagian dari jaringan usaha yang lebih luas.

Perkembangan Pepito

Pepito menjadi salah satu nama yang paling dikenal masyarakat Bali dari berbagai lini bisnis Kelompok Usaha Keluarga Ramayana. Pada beberapa sumber, bisnis ini masih disebut dengan Pepito Minimarket. Seiring perkembangannya, jaringan Pepito menghadirkan berbagai konsep gerai, mulai dari supermarket, fresh market, gourmet market hingga Pepito Express.

Perkembangan Pepito terus berjalan. Pade Mei 2026, Gourmet Market & Pepi Bakehouse Eco Beach di Canggu resmi dibuka. Gerai itu disebut sebagai gerai ke-50 Pepito Group di Bali dan Lombok.

Peran Perseroan Terbatas

Operasional Pepito kini berada di bawah PT Sentral Retailindo Dewata. Perusahaan tersebut memperkenalkan diri sebagai perusahaan ritel asal Bali yang telah menjalankan bisnis dengan merek Pepito sejak 2001. Selain Pepito, portofolionya juga mencakup Popular Fresh Market, Gourmet Market, Bakers Corner, dan PEPI TO-GO.

PT Sentral Retailindo Dewata merupakan badan usaha berbentuk perseroan terbatas yang beralamat di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung. Artinya, Pepito yang dikenal sekarang telah berkembang jauh dari penyebutan Pepito Minimarket dalam beberapa sumber lama. Jaringannya tidak hanya berupa supermarket, tetapi juga mencakup berbagai konsep ritel dan kuliner di Bali dan Lombok.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads