Dokter Ungkap Faktor Serangan Jantung Marak Dialami Usia Muda

Elmy Tasya Khairally - detikBali
Minggu, 04 Okt 2026 07:30 WIB
Ilustrasi serangan jantung. (Foto: Getty Images/Chinnapong)
Denpasar -

Kasus serangan jantung selama ini kerap dikaitkan dengan usia lanjut. Belakangan, kondisi tersebut juga marak terjadi pada usia muda. Lantas, bagaimana penjelasan dokter mengenai hal tersebut?

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular, dr Rachmat Hamonangan, SpPD-KKV, FINASIM, FACP, FICA mengatakan perubahan gaya hidup modern turut berkontribusi terhadap meningkatnya faktor risiko penyakit jantung. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah dan instan. Di sisi lain, kemudahan tersebut dapat membuat seseorang semakin jarang bergerak.

"Teknologi ini membuat orang malas bergerak. Kemudian semuanya serba instan, ada makanan instan, fast food," ujar dr Rachmat dalam program detikSore beberapa waktu lalu, dikutip dari detikHealth, Sabtu (3/10/2026).

Selain kurang bergerak dan pola makan, Rachmat menyebut gaya hidup urban juga dapat berkaitan dengan kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres. Menurutnya, berbagai faktor tersebut perlu menjadi perhatian karena penyakit jantung kini juga dapat ditemukan pada usia muda.

Spesialis penyakit dalam dari RS St Carolus Jakarta itu mengaku pernah menangani pasien berusia 28 tahun yang mengalami serangan jantung. dr Rachmat menjelaskan risiko penyakit jantung secara umum dapat dibagi menjadi faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi.

"Yang nggak bisa tuh kayak genetik, umur kan nggak bisa dimodifikasi," ujar Rachmat.




(iws/iws)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork