detikBali

Kala 40 Petarung Lintas Negara di Bali Galang Donasi untuk Riset Kanker

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kala 40 Petarung Lintas Negara di Bali Galang Donasi untuk Riset Kanker


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Ajang bela diri bertajuk Fight For A Cure di Block 42 Nuanu, Creative City, Tabanan, Bali, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Ajang bela diri bertajuk Fight For A Cure di Block 42 Nuanu, Creative City, Tabanan, Bali, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Puluhan petarung dari berbagai negara naik ring dan baku hantam di Bali. Tak sekadar bertarung dan memburu kemenangan, mereka juga menggalang donasi untuk riset kanker.

Ajang bela diri bertajuk Fight For A Cure yang digagas Germ Cell itu melibatkan lebih dari 30 gym serta 40 petarung amatir hingga profesional. Duel digelar di Block 42 Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu (3/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menang atau kalah, kemenangan yang sebenarnya adalah dana yang berhasil kami kumpulkan untuk mendukung riset kanker. Dengan sains yang lebih baik, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik," ujar pendiri Germ Cell, Kai Suteja, di sela-sela kegiatan, Sabtu malam.

Event tersebut mendapat atensi sekitar 1.500 penonton. Adapun penggalangan dana yang terkumpul mencapai hampir Rp 117 juta. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan ajang serupa yang digelar pada 2025 dengan total donasi Rp 45 juta.

ADVERTISEMENT

Kai mengatakan Fight For A Cure menjadi wadah bagi komunitas olahraga dan kebugaran untuk mengubah pengalaman menghadapi kanker menjadi aksi nyata. Menurutnya, dana yang terkumpul disalurkan untuk mendukung riset kanker.

Germ Cell hingga kini telah menyalurkan sekitar Rp 1,5 miliar untuk mendukung riset kanker. Termasuk penelitian di Chris O'Brien Lifehouse serta riset yang dilakukan Dr. Kim Alexander dan Profesor Jeremy Crook.

Menariknya, Kai berujar, cerita peserta yang berhubungan dengan kanker juga menjadi alasan mereka tampil dalam kegiatan ini. Anatoli dari Lions MMA bertanding untuk mengenang bibinya yang meninggal akibat kanker darah.

Ada pula Jake dari The Block yang mendedikasikan pertandingannya untuk kedua orang tuanya yang telah berhasil melewati kanker. "Para peserta ini ada yang keluarga atau orang terdekatnya pernah terkena kanker. Jadi mereka naik ring sebagai bentuk penghormatan dan empati," imbuh Kai yang juga seorang penyintas kanker.

Head of Nuanu Social Fund, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan peningkatan dukungan diberikan karena Fight For A Cure mampu menggerakkan komunitas untuk riset kanker. "Ini menunjukkan bagaimana partisipasi komunitas lokal dapat diwujudkan menjadi dukungan bagi riset yang relevan dan berdampak bagi pasien," kata Astari Prada.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Fight For A Cure tidak hanya menghadirkan pertandingan bela diri. Kegiatan tersebut juga menjadikan semangat kompetisi sebagai gerakan bersama untuk membantu perjuangan melawan kanker.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads