detikBali

Urine Berbusa Tanda Ginjal Bocor? Begini Penjelasan Dokter

Terpopuler Koleksi Pilihan

Urine Berbusa Tanda Ginjal Bocor? Begini Penjelasan Dokter


Sarah Oktaviani Alam - detikBali

Kidney disease, Chronic kidney disease ckd, Female doctor explains the causes of the disease and treatment guidelines on kidney model to female asian patient at desk at urology hospital room.
Ilustrasi ginjal. (Foto: Getty Images/Nansan Houn)
Denpasar -

Salah satu tanda awal kerusakan ginjal yang kerap diabaikan masyarakat, yakni urine yang berbusa. Lantas, bagaimana penjelasan dokter mengenai ginjal bocor?

Spesialis ginjal dari Northwell Transplant Institute di New York, dr Akshta Pai, MD, mengungkapkan sebagian besar orang memiliki kebiasaan langsung menekan tombol flush setelah buang air kecil, tanpa melihat kondisi urinenya terlebih dahulu. Padahal, dia berujar, kebiasaan sepele mengintip kloset sebelum menyiramnya bisa memberikan petunjuk terkait kesehatan ginjal.

"Masalah ginjal sebagian besar bekerja secara diam-diam sampai mencapai titik kritis. Sering kali, orang-orang tidak benar-benar melihat ke kloset sebelum menyiramnya (flush)," ujar dr Pai seperti dikutip detikHealth dari Parade, Minggu (27/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah makanan dan minuman serta mempertahankan nutrisi penting, terutama protein agar tetap berada di dalam tubuh. Namun, saat struktur penyaring di dalam ginjal mengalami kerusakan, protein yang seharusnya ditahan justru lolos dan terbuang bersama air kencing. Kondisi inilah yang menyebabkan urine tampak berbusa atau foamy.

"Ketika struktur ginjal mengalami kerusakan, Anda mulai mengalami kebocoran protein dan melihatnya dalam bentuk urine yang berbusa," jelas dr Pai.

Kerusakan penyaring ginjal ini paling sering dipicu oleh penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang diidap bertahun-tahun tanpa terkontrol.

Busa Biasa Vs Busa Ginjal Bermasalah

Meski begitu, tidak semua kencing berbusa menandakan bahaya. Busa yang muncul akibat pancaran urine yang deras atau kondisi dehidrasi umumnya akan langsung hilang atau larut dalam beberapa detik.

Namun, busa yang mengindikasikan gangguan ginjal serius memiliki tampilan fisik yang cukup khas dan bertahan lama.

"Beberapa orang menggambarkannya mirip busa sabun saat Anda mencuci piring, di mana gelembung-gelembungnya saling menempel dan bertahan di permukaan air. Tampilan lainnya mirip lapisan busa di atas minuman root beer yang baru dituang," ungkap dr Pai.

dr Pai menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika mendapati air kencing berbusa tebal dan tak kunjung hilang. Ia mengingatkan pemeriksaan urine laboratorium dan cek kadar kreatinin darah dianjurkan untuk mengetahui sejauh mana fungsi penyaringan ginjal masih bekerja dengan baik.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads