detikBali

Kekeringan di Jembrana Meluas, Warga Cari Air Bersih ke Sungai

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kekeringan di Jembrana Meluas, Warga Cari Air Bersih ke Sungai


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Warga saat mengambil air bersih pada bak penampungan air bersih di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Jumat (2/10/2026).
Foto: Warga saat mengambil air bersih pada bak penampungan air bersih di Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Jumat (2/10/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Dampak kemarau panjang memicu krisis air bersih yang kian meluas di Kabupaten Jembrana, Bali. Warga di sejumlah titik bahkan terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena sumber air warga mulai mengering.

Salah seorang warga Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Ni Luh Mariasih (48), mengungkapkan kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung lebih dari sebulan.

"Untuk mencuci dan mandi kita di sungai, dan dibawa (air) ke rumah untuk keperluan mandi pagi anak sekolah saat pagi hari," ungkap Mariasih saat ditemui detikBali, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mariasih mengaku khawatir lantaran debit air sungai pun kini kian menyusut. "Airnya juga sudah mengecil. Kalau sungai habis airnya kita hanya bisa pasrah saja," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Menanggapi krisis yang meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana telah mendistribusikan sebanyak 532.200 liter air bersih untuk 1.048 kepala keluarga (KK) terdampak. Terhitung sejak Kamis (16/7/2026) hingga Jumat (2/10226), petugas telah melakukan 119 kali penyaluran.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra menjelaskan bahwa pasokan air dikirim langsung ke permukiman, fasilitas pendidikan, hingga tempat ibadah berdasarkan laporan warga.

Guna mempermudah penampungan, BPBD sebenarnya telah memasang 18 unit bak tandon. Namun keterbatasan tandon komersial di lapangan membuat petugas harus berinovasi agar air dari truk tangki tidak terbuang sia-sia.

"Karena ketersediaan penampung air seperti tandon sangat terbatas, kami membuat tempat penampungan darurat menggunakan terpal di beberapa titik. Yang penting, air yang didistribusikan bisa tertampung dan dimanfaatkan warga," terang Artana.

Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga dipasok air bersih, antara lain SMPN 3 Melaya, SDN 6 Pendem, SDN 2 Pendem, SDN 5 Berangbang, SDN 2 Dauhwaru, hingga Pura Puseh Taman Sari di Desa Tukadaya.

Teranyar, pada Jumat (2/10/2026), BPBD kembali menyalurkan masing-masing 5.000 liter air bersih ke Banjar Sekar Kejula (Mendoyo) dan Banjar Pengajaran (Negara).

BPBD memperingatkan bahwa ancaman kekeringan ini diprediksi masih akan berlanjut seiring dengan belum berakhirnya musim kemarau.

"Krisis air bersih ini berpotensi semakin meluas. Apalagi musim kemarau diprediksi masih akan terus terjadi hingga Desember mendatang," tegas Artana.

Guna mengantisipasi hal tersebut, BPBD Jembrana menyiagakan armada dan personel secara penuh. "Kami mengimbau masyarakat yang mulai kesulitan air bersih untuk segera melapor ke pihak terkait serta menggunakan pasokan air bantuan secara bijak," tandas Artana.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads