Sejumlah wilayah di Kuta Selatan, Badung, Bali, mengalami mati air hingga sepekan. Gangguan pasokan air ini terjadi akibat kerusakan motor pompa utama dan perbaikannya sempat terkendala karena komponen pompa tertahan dalam perjalanan dari Jawa.
Salah seorang warga yang tinggal di Kampial, Viola, mengaku pasokan air di tempat kosnya telah mati selama dua hari berturut-turut. Ia juga mengetahui adanya warga di wilayah lain yang mengalami gangguan air hingga satu minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa wilayah sudah dapat mati air seperti Kampial, Kutuh, Taman Griya. Bahkan ada yang sampai seminggu mati air," ujarnya saat dikonfirmasi detikBali, Selasa (29/9/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan airnya, tempat kos Viola terpaksa membeli membeli air untuk menambah persediaan di tandon.
"Kami di perumahan, misalnya satu tangki berapa ribu liter, jadi dibagi-bagi juga dengan rumah lain," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa, mengatakan meningkatnya kebutuhan air selama musim kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gangguan pasokan.
"Saat ini adalah kebutuhan akan air meningkat dengan kemarau panjang. Di satu sisi, air baku kami bermasalah juga. Karena musim kemarau panjang ini, air bakunya memang agak kurang," jelasnya saat dihubungi.
Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi Desa Bualu, Desa Sawangan, Area Kampial, Desa Kutuh, Desa Ungasan, Desa Pecatu, Area Labuan Sait, Area Balangan, Desa Jimbaran dan sekitarnya.
Selain persoalan air baku, gangguan juga disebabkan kerusakan pada mesin pompa utama. Suyasa menjelaskan terjadi short atau hubungan arus pendek pada motor pompa berkapasitas 800 kilowatt yang digunakan untuk mengalirkan air ke wilayah Badung Selatan dari IPA Estuary.
"Di pengolahan kami ada satu masalah kemarin. Ini ada pompa kami yang besar, yang tempatnya di Induk, yang mengalami short. Karena pompanya besar, inilah agak membutuhkan waktu untuk penyelesaiannya," katanya.
Perbaikan pompa tersebut sebelumnya ditargetkan selesai pada Sabtu (26/9/2026). Namun, pengerjaannya molor karena mesin harus menjalani service di Semarang, Jawa Tengah. Setelah proses perbaikan selesai, komponen pompa kemudian dikirim kembali ke Badung.
Dalam perjalanan menuju Bali, pengiriman komponen tersebut sempat terhambat di Pelabuhan Ketapang. Komponen baru tiba di Badung pada Selasa (29/9/2026) siang. Kondisi tersebut membuat proses pemasangan dan perbaikan pompa ikut terlambat.
"Kemarin menjelang sore, kami nunggu itu di Ketapang. Baru tadi sampai di sini, tadi siang. Ya, anggaplah jam 3 jam 5 baru sampai sini. Ini perjalanan ini juga menjadi penyebab kami agak lambat melakukan eksekusi," imbuhnya.
Saat ini, dua pompa berkapasitas masing-masing 200 kilowatt masih beroperasi dengan flow sekitar 348 liter per detik. Pihak Perumda Tirta Mangutama juga tengah memasang satu motor pompa berkapasitas 200 kilowatt untuk menambah debit aliran sekitar 100 liter per detik.
Selain memperbaiki sistem perpompaan, Perumda Tirta Mangutama mendistribusikan air dengan truk air 5.000 liter ke beberapa titik di antaranya Kampial, Melangkaja, dan Goa Gong Ungasan. Masyarakat dapat mengambil air secara gratis di titik-titik yang telah disediakan.
"Kami harapkan mereka melakukan pengambilan di titik-titik pengambilan. Itu gratis. Dan juga, kami di satu sisi mempercepat suatu proses pengerjaan, baik itu perpompannya maupun hal lain seperti perpipaan yang kami targetkan biar bisa lebih cepat melakukan eksekusi," jelasnya.
Untuk mendukung distribusi air, Perumda Tirta Mangutama juga menyiapkan empat mobil tangki. Selain itu, pihaknya meminta bantuan PMI dan TNI. Suyasa memastikan pemasangan mesin pompa tengah dikerjakan dan ditargetkan selesai pada malam ini.
"Sudah sedang dikerjakan. Ya sudah sampai. Sudah sampai tadi (mesinnya). Malam ini kami target selesai," tandasnya.