Dinas Sosial (Dinsos) Badung terus memperluas digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Hingga kini, sekitar 65-66 ribu kepala keluarga (KK) di Badung telah terdaftar dari target 145 ribu lebih KK.
"Berarti capaian sekitar hampir 46% dari seluruh kepala keluarga di Kabupaten Badung," ujar KepalaDinsos Badung, IGde EkaSudarwitha, saat ditemui di acara World Cleanup Day: Aksi Bersih Kegiatan Pemuda-Pemudi Kabupaten Badung di PantaiTelagawaja, Jumat (25/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka menargetkan pendataan Perlinsos mencapai 100% pada 31 Desember 2026. Dinsos Badung kini terus mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pendaftaran, terutama masyarakat desil 1-5 yang selama ini menjadi penerima bansos.
Dinsos Badung juga mendorong keterlibatan generasi muda yang dinilai lebih terbiasa menggunakan teknologi untuk mempercepat pendataan. Pemuda, karang taruna, dan berbagai komponen kepemudaan lain diharapkan membantu masyarakat dalam proses pendaftaran.
"Karena kami lihat memang penggunaan gadget yang katakanlah dengan sistem Android itu hampir 90% lebihlah di antara masyarakat, utamanya komponen kaum muda gitu, ya. Jadi keterlibatan kaum muda, Karang Taruna, dan komponen pemuda lainnya itu kita harapkan di dibangkitkan," terang Eka.
Pendataan Perlinsos, jelas Eka, tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang selama ini menerima bansos. Pendataan juga diperlukan untuk mengurangi kesalahan dalam penyaluran bantuan, baik warga yang seharusnya menerima tetapi belum mendapat bantuan maupun warga seharusnya tidak mendapatkan bantuan tetapi justru terdata sebagai penerima.