detikBali

35 Hektare Sawah Denpasar Tunda Tanam Padi gegara Debit Air Kecil

Terpopuler Koleksi Pilihan

35 Hektare Sawah Denpasar Tunda Tanam Padi gegara Debit Air Kecil


Ahmad Firizqi - detikBali

Suasana pagi di Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar Utara, Kota Denpasar pada Sabtu (26/9/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali).
Foto: Suasana pagi di Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar Utara, Kota Denpasar pada Sabtu (26/9/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali).
Denpasar -

Sebanyak 35 hektare lahan sawah di Kota Denpasar, Bali, terpaksa menunda penanaman padi akibat debit air yang mengecil selama musim kemarau dan kerusakan jaringan irigasi. Lahan tersebut baru ditargetkan ditanami pada Oktober hingga Desember 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gusti Agung Angreni Suwari mengatakan penundaan tanam terjadi di sejumlah subak. Padahal, lahan tersebut seharusnya mulai ditanami pada Agustus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 35 hektare tunda tanam akibat debit air kecil, kerusakan jaringan irigasi," kata Angreni dikonfirmasi detikBali, Senin (28/9/2026).

Dia menjelaskan 35 hektare lahan yang mengalami penundaan tanam tersebut terdiri atas 10 hektare di Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar Utara; 15 hektare di Subak Sidakarya, Denpasar Selatan; serta 10 hektare di Subak Pakel II, Ubung Kaja, Denpasar Utara.

ADVERTISEMENT

"Seharusnya tanam Agustus, mundur di bulan November dan Desember," jelasnya.

Penundaan tersebut turut memengaruhi realisasi tanam padi di Kota Denpasar. Tahun ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan luas tanam padi mencapai 2.987,95 hektare.

Penundaan tersebut turut memengaruhi realisasi tanam padi di Kota Denpasar. Tahun ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan luas tanam padi mencapai 2.987,95 hektare. Namun hingga Juli 2026, realisasinya hanya mencapai 1.164 lebih hektare ditambah 217 hektare pada Agustus.

"Namun sampai dengan Agustus, telah mencapai 1.850,62 hektare dengan produksi mencapai 12.131,83 ton GKP (Gabah Kering Panen)," imbuhnya.

Untuk mengejar target tersebut, penanaman padi masih akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun. Pada September terdapat 138 hektare lahan yang dijadwalkan untuk penanaman lanjutan, kemudian 62 hektare pada Oktober. Lalu 269 hektare pada November dan 550,30 hektare pada Desember.

"Kami harapkan yang ditunda 35 hektare bisa di tanam bulan Oktober sampai Desember," sambungnya.

Angreni mengatakan sistem pengairan subak di Denpasar masih dapat berjalan selama musim kemarau. Namun, debit air yang mengecil menjadi salah satu kendala bagi sejumlah lahan.

Dia berharap memasuki November dan Desember curah hujan mulai meningkat sehingga ketersediaan air untuk lahan persawahan kembali mencukupi.

"Nanti di bulan November dan Desember sudah musim hujan. Sistem subak kan mengenal pengaturan air," pungkasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads