detikBali

Gilimanuk Masih Macet, Kendaraan Masuk Pemukiman Bikin Kabel Rusak-Genteng Lepas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gilimanuk Masih Macet, Kendaraan Masuk Pemukiman Bikin Kabel Rusak-Genteng Lepas


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Antrean kendaraan mengular sekitar 4,8 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk tepatnya hingga di wilayah Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Minggu (27/9/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali).
Foto: Antrean kendaraan mengular sekitar 4,8 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk tepatnya hingga di wilayah Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Minggu (27/9/2026). (I Putu Adi Budiastrawan/detikBali).
Jembrana -

Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk masih mengular sepanjang 4,8 kilometer (km) pada Minggu (27/9/2026) siang. Selain antrean, warga mengeluhkan maraknya kendaraan besar yang nekat masuk ke gang pemukiman demi menyerobot antrean, serta aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum warga.

Berdasarkan pantauan detikBali sekitar pukul 13.20 Wita, ekor antrean masih mengular hingga di wilayah hutan Cekik Gilimanuk atau sekitar 4,8 km dari pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini diperparah oleh aksi sejumlah pengemudi yang nekat ngeblong untuk menerobos antrean.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya memadati jalur utama Denpasar-Gilimanuk, kendaraan juga tampak merangsek ke area pemukiman warga. Mobil pribadi, travel, hingga truk terlihat masuk ke arah Gang 1 Kelurahan Gilimanuk. Akses ini dimanfaatkan oleh oknum warga setempat untuk mengarahkan kendaraan demi meraup keuntungan pribadi.

Di setiap persimpangan jalan pemukiman, terlihat oknum warga berjaga dan memungut uang dari para sopir yang melintas. Besaran uang yang diminta bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kendaraan.

ADVERTISEMENT

Salah seorang warga Gilimanuk yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terganggu dengan kondisi kemacetan yang terjadi beberapa waktu terakhir. Menurutnya, aktivitas harian hingga waktu istirahat malam warga menjadi terganggu akibat suara bising kendaraan.

"Sampah juga berserakan, debu, bahkan kami hendak beraktivitas susah sekali. Petugas berwenang seharusnya mengatur dan memberikan ruang untuk akses warga," ungkap pria paruh baya tersebut saat ditemui detikBali, Minggu.

Ia menambahkan, dampak keberadaan kendaraan di kawasan pemukiman juga memicu masalah lingkungan lainnya. Selain sampah yang menumpuk, beberapa oknum sopir bahkan kedapatan buang air besar sembarangan di pinggir jalan.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menyesalkan maraknya aksi pungli yang dilakukan oleh oknum warga. Ia mengungkapkan aparat kepolisian sempat menangkap oknum yang terlibat dan melakukan mediasi di Kantor Lurah Gilimanuk.

"Sudah sering kali kami ingatkan jangan mengambil pungutan dengan dalih untuk memperbaiki jalan. Memang ada kelompok yang sering berulah," tegas Tony.

Tony menambahkan, masuknya bus-bus besar ke kawasan perkampungan sangat dikeluhkan warga karena tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga merusak fasilitas umum hingga bangunan milik warga.

"Kemarin kabel listrik rusak di rumah warga, sampai genteng terlepas karena kabel listrik ditabrak bus besar," ujar Tony.

Menurut Tony, pihaknya telah berulang kali memediasi terkait persoalan ini. Namun, interaksi antara sopir dan oknum warga yang mengawal kendaraan masuk ke gang pemukiman terus berulang. Terkait rentetan masalah ini, warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan arus lalu lintas serta menindak oknum yang melakukan pungli.

Antrean panjang ini merupakan imbas dari aksi penyampaian aspirasi oleh pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang pada Sabtu (26/9/2026) siang. Antrean kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk bahkan sempat mengular hingga 6,6 km sampai ke kawasan Hutan Cekik hingga Minggu dini hari.

Tak sedikit sopir yang terpaksa meluruskan kaki dan menggelar tikar di jalan sembari menunggu pergerakan kapal. Salah seorang sopir, Bambang (46), mengaku terjebak antrean sejak sore hari tanpa kepastian.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads