detikBali

Eks Galian C Gunaksa Jadi 'Kuburan' Sampah Organik Denpasar, Lubang Makin Luas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Eks Galian C Gunaksa Jadi 'Kuburan' Sampah Organik Denpasar, Lubang Makin Luas


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Sebuah ekskavator tengah menurunkan muatan sampah organik yang sudah dicacah di area eks galian C Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Sabtu (26/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Sebuah ekskavator tengah menurunkan muatan sampah organik yang sudah dicacah di area eks galian C Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Sabtu (26/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Klungkung -

Area pembuangan sampah organik dari Denpasar ke eks galian C Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, semakin meluas. Setiap hari, puluhan truk terus berdatangan membawa sampah yang sudah dicacah untuk ditimbun di Klungkung.

Pantauan detikBali di lokasi, Sabtu (26/9/2026), sebuah ekskavator tampak tengah menggali lubang baru. Dari dua lubang pada sekitar Mei lalu, kini sudah menjadi empat lubang dengan dua lubang yang sudah rata kembali menjadi lahan yang diperkirakan akan subur dan siap ditanami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar pukul 12.00 Wita, dua buah truk pengangkut sampah organik tiba di lokasi. Bahan kompos yang diangkutnya kemudian diturunkan menggunakan ekskavator, lalu ditaruh di sisa lubang, untuk selanjutnya diratakan.

Di pintu masuk area, terdapat sejumlah petugas yang berjaga menghitung jumlah truk yang masuk. Salah seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengaku melakukan pengiriman secara rutin sampai empat kali dalam sepekan.

ADVERTISEMENT

"Setiap hari akan jalan kalau komposnya ada. Bisa sampai empat kali," terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung I Dewa Komang Aswin menerangkan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengenai kapasitas total maupun batas waktu perluasan area pembuangan sampah organik tersebut.

"Mengenai ini memang belum ada apapun pembicaraan dengan kami di daerah. Namun yang jelas, pengawasan dan pemantauannya tetap jalan," kata Aswin.

"Nanti kami akan turun kembali memastikan sejauh mana operasionalnya," imbuhnya.

Menurut Aswin, pihaknya akan tetap memastikan bahwa yang didatangkan dari Denpasar adalah sampah organik yang sudah dicacah. Selain itu, kedatangan puluhan truk ini juga tidak sampai menimbulkan gejolak di masyarakat sekitar.

"Dan juga kami memastikan tidak ada gejolak di lapangan," jelasnya.

Kendati demikian, Aswin menegaskan, pihaknya perlu memastikan sejauh mana rencana perluasan area penimbunan yang akan dilakukan.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads