detikBali

Ratusan Tokoh Adat hingga Ormas di Bali Ikut Latihan Bela Negara

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ratusan Tokoh Adat hingga Ormas di Bali Ikut Latihan Bela Negara


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Danrindam IX/Udayana, Brigjen TNI Anwar menghadiri penutupan latihan Bela Negara di Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (24/9/2026). /Krisna Pradipta
Foto: Danrindam IX/Udayana, Brigjen TNI Anwar menghadiri penutupan latihan Bela Negara di Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (24/9/2026). (I Dewa Made Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Sebanyak 352 orang yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat hingga komunitas tingkat pratama se-Provinsi Bali digembleng melalui Latihan Kader Bela Negara Tahun Anggaran 2026.

Latihan yang dipusatkan di Rindam IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, tersebut berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026.

Danrindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar dalam acara penutupan, Kamis (24/9/2026) mengatakan latihan tersebut merupakan amanah dari Kementerian Pertahanan untuk meningkatkan sekaligus menguatkan kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, para peserta tidak hanya mengikuti latihan untuk kepentingan pribadi. Mereka diposisikan sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menularkan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

ADVERTISEMENT

"Mereka ini bisa dibilang agen perubahan yang nantinya menyebarkan rasa cinta tanah air kepada lingkungan sekitar, baik di tempat kerja maupun di rumah," ujar Anwar.

Ia menyebut pelaksanaan latihan kader bela negara di Bali ini merupakan tahap awal. Kegiatan serupa akan dilanjutkan dengan jumlah peserta yang kemungkinan lebih besar.

"Ini yang pertama, nanti akan dilanjutkan dengan jumlah yang kemungkinan lebih banyak," katanya.

Anwar menilai latihan tersebut memberikan pengalaman positif bagi para peserta. Karena itu, semangat cinta tanah air dinilai perlu terus ditanamkan dan disebarluaskan melalui berbagai lingkungan masyarakat.

Salah seorang peserta, Fam Surya Panjaitan (40) dari Komunitas Kawan Alam Indonesia, mengaku mendapat pengalaman berbeda selama mengikuti latihan. Ia bersama satu anggota lainnya menjadi perwakilan komunitas dalam kegiatan tersebut.

Selama tiga hari, ia merasakan kuatnya kebersamaan dengan peserta dari berbagai usia, latar belakang dan pekerjaan. Peserta juga ditempa dengan kedisiplinan serta diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Awalnya kami bisa dibilang masih loyo sebelum masuk ke sini. Tapi setelah selesai, lebih sadar akan bernegara," ujarnya.

Menurut Fam, salah satu pengalaman sederhana namun berkesan adalah soal makanan. Jika di rumah seseorang bisa memilih makanan sesuai selera, selama latihan peserta harus menerima apa yang telah disediakan.

"Di sini apa yang ada itu yang harus dimakan. Kita hanya berpikir bagaimana mengikuti kegiatan selanjutnya dengan kekuatan dari makanan itu," kata pria yang tinggal di Desa Padangsambian Kaja, Denpasar ini.

Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, Fam berkomitmen meneruskan nilai-nilai yang diperoleh selama latihan. Lingkungan keluarga menjadi sasaran pertama, terutama anak dan istrinya.

Sebagai perwakilan komunitas, ia juga akan membawa nilai-nilai bela negara tersebut dalam setiap kegiatan komunitas. Dengan demikian, latihan yang dijalani tidak berhenti saat peserta meninggalkan Rindam IX/Udayana, tetapi diharapkan berlanjut melalui tindakan dan keteladanan di tengah masyarakat.



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads