Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikbudpora) Klungkung berencana meluncurkan program retret khusus bagi kepala sekolah. Disdikbudpora Klungkung bakal menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program tersebut khusus untuk latihan fisik.
Kepala Disdikbudpora Klungkung, I Ketut Sujana, program ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas, semangat kerja, serta kebugaran fisik para kepala sekolah di Bumi Serombotan. Sujana berharap para kepala sekolah tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki daya tangkap, konsentrasi, dan semangat kerja yang lebih optimal dalam memimpin satuan pendidikan masing-masing.
"Jadi rencana ini sudah tercetus sejak adanya retret untuk kepala daerah. Jadi nanti akan coba kami rancang kembali, bentuk kegiatan dan biayanya untuk kami ajukan ke bapak bupati untuk menjadi program dari disdikbudpora untuk kepala sekolah," kata saat meninjau pelatihan atlet di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sujana menerangkan tujuan utama retret adalah memastikan kepala sekolah tetap sehat dan bugar di tengah banyaknya tugas kantor di dalam ruangan. Ukuran sehat, kata dia, memang belum tentu bugar. Namun, kebugaran sangat penting untuk menunjang produktivitas kerja, terlebih rata-rata usia kepala sekolah di Klungkung didominasi 50 tahun ke bawah yang dinilai masih energik.
"Jadi untuk menambah efektivitas, semangat kerja, kita bugar langkahnya bagus. Walaupun usia kita 55, 56, tetapi kalau sudah bugar kan enak," terang Sujana.
Format kegiatan dijadwalkan sebanyak delapan kali dalam sebulan atau sekitar satu kali pertemuan dalam seminggu dengan metode family room per kelompok. Peserta retret akan digabung dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) yang sekitar 155 kepala sekolah di Klungkung.
Terkait bentuk kegiatan, retret ini akan memadukan latihan fisik dan permainan yang menuntut ketahanan tubuh, seperti kegiatan outbound atau grouping, tetapi tetap disesuaikan dengan porsi kebugaran usia peserta.
"Artinya di hari pertama mungkin kita isi bugar, berikutnya besoknya permainan, terus begitu sampai delapan kali," jelas Sujana.
Meski demikian, program ini masih dalam tahap pengkajian mendalam, mulai dari tujuan, kemanfaatan hingga skema pendanaan. Khusus pendanaan, Sujana berencana melibatkan pihak ketiga melalui corporate social responsibility (CSR). Pelaksanaan program juga tetap memerlukan koordinasi dan persetujuan dari para kepala sekolah serta pihak terkait.
Kepsek SDN 4 Kusamba, I Dewa Made Wahyudi Ade Kusuma, mendukung program tersebut. Menurutnya, selama ini ada banyak waktu yang dimiliki untuk melatih kebugaran, tetapi kebanyakan dari mereka tidak disiplin.
"Sehingga, kalau ada program dari pemerintah daerah seperti ini, jadi kami bisa meluangkan waktu bersama untuk melatih fisik tetap bugar dan semangat bekerja," terang Wahyudi.
Menurut Wahyudi, latihan fisik untuk menunjang kebugaran guru sangat diperlukan. Selain itu, kondisi guru yang sehat dan bugar juga akan menjadi contoh untuk siswa dan siswi di sekolah agar mencintai hidup sehat.