Wisatawan asal Prancis, Jean Luc, dan pasangannya, Maria, kepincut dengan keunikan garam tradisional khas Desa Kusamba, Klungkung, Bali. Mereka bahkan memborong langsung garam lokal yang diolah dengan teknik warisan leluhur Bali tersebut untuk dibawa ke Prancis.
Pantauan detikBali, Selasa (15/9/2026), Jean dan Maria tiba di kawasan tambak petani garam Kusamba sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka langsung mendekati salah satu petani garam setempat, Nengah Kerta (63), untuk berdialog mengenai sejarah dan proses pembuatan garam yang menggunakan palungan dari batang pohon kelapa.
Kepada detikBali, Jean mengaku mengetahui eksistensi garam Kusamba berkat pencarian di internet. Ia dan pasangannya memang sengaja berburu garam tradisional sejak melakukan perjalanan ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Jadi kami memang tertarik dengan proses pembuatannya yang khas menggunakan batang pohon kelapa. Apalagi ini sudah dibuat sejak zaman kerajaan. Jadi kami ingin melihat langsung proses pembuatan dan mencobanya," terang Jean.
Di balik kekagumannya, Jean sempat mengeluhkan minimnya rambu petunjuk arah menuju lokasi tambak. Meski demikian, ia justru merasa bersyukur tempat tersebut belum dikomersilkan secara masif sebagai destinasi wisata umum. "Karena akan ramai dan tidak asyik rasanya kalau sudah jadi tujuan wisatawan," imbuhnya.
Puas melihat dari dekat proses produksi hingga mencicipi rasanya, pelancong Prancis itu akhirnya pulang dengan membawa 2 kilogram (kg) garam Kusamba. Garam tersebut dibeli langsung dari Nengah Kerta seharga Rp 50 ribu per kg.
Sementara Nengah Kerta menceritakan kunjungan turis asing ke tambaknya bukanlah hal baru. Wisatawan kerap penasaran dengan banderol harga serta metode tradisional pembuatannya. Meski begitu, ia kerap menghadapi kendala bahasa jika turis datang tanpa didampingi pemandu wisata (guide).
"Seperti wisatawan dari Prancis ini kan datang berdua saja. Biasanya kalau ada pemandunya, banyak bertanya dan saya jelaskan. Ada yang terkadang hanya melihat-lihat, tetapi ada juga yang sekalian mencicipi," papar Kerta.
Simak Video "Video: Melihat Generasi Muda Bertarung Kemahiran Membuat Lawar Bali"
(hsa/hsa)