detikBali

Jalan Akses Vila Tutupi Irigasi Subak Munggu, Satpol PP Badung Siap Bongkar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jalan Akses Vila Tutupi Irigasi Subak Munggu, Satpol PP Badung Siap Bongkar


Tim detikBali - detikBali

Petugas Satpol PP Badung bersiap membongkar beton akses bangunan yang menutupi saluran irigasi di kawasan Subak Munggu, Kecamatan Mengwi. (Satpol PP Badung)
Foto: Petugas Satpol PP Badung bersiap membongkar beton akses bangunan yang menutupi saluran irigasi di kawasan Subak Munggu, Kecamatan Mengwi. (Satpol PP Badung)
Badung -

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung bakal membongkar akses jalan menuju vila yang disinyalir menutupi saluran irigasi di Subak Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Langkah tegas ini diambil untuk mengembalikan fungsi Jalan Usaha Tani (JUT) serta menjamin aliran air bagi lahan pertanian warga setempat.

"Intinya dari pimpinan juga setuju untuk dibongkar, karena mengutamakan kepentingan petani, bukan dibuat jalan untuk kepentingan orang lain. Kami pastikan batas-batasnya dulu," ujar Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penindakan tersebut merespons adanya pengembangan sejumlah bangunan yang diduga menutup saluran irigasi menggunakan beton demi membangun jalan akses. Lokasi pembangunan beberapa unit vila tersebut disinyalir berdiri di atas kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan sempat ditindak petugas.

"Kami harus rekonsiliasi dulu, karena di sana ada tanah Provinsi Bali, ada JUT. Sehingga batas-batas harus jelas sehingga kami bisa mengambil tindakan," kata birokrat asal Denpasar itu.

ADVERTISEMENT

Keputusan di lapangan saat ini masih menunggu penerbitan surat perintah tugas resmi dari Bupati Badung. Untuk menghindari celah gugatan hukum, penentuan patok batas lahan akan disisir kembali bersama Pemerintah Provinsi Bali.

Penertiban katanya dilakukan bukan semata-mata untuk menertibkan bangunan dan akses jalan tersebut. Menurutnya yang penting juga adalah memastikan akses untuk kebutuhan pertanian tidak terganggu alias mengembalikan fungsi JUT.

"Nanti pemerintah provinsi juga akan turun, karena ada lahan mereka di sana. Kami pastikan semuanya dulu," beber Suryanegara.

Tim gabungan dijadwalkan turun ke lokasi untuk mengecek aset tanah daerah. Selain menertibkan saluran air, petugas bakal menata kembali posisi palinggih dugul serta ruas JUT yang sempat terganggu.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads