detikBali

Pilu Influencer Mukbang Meninggal 3 Hari Setelah Unggah Video Terakhir

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pilu Influencer Mukbang Meninggal 3 Hari Setelah Unggah Video Terakhir


Nafilah Sri Sagita K - detikBali

Miris! Bintang Mukbang Meninggal di Usia 24 Tahun Gegara Pola Makan Ekstrem
Seorang influencer mukbang 'live' di China meninggal dunia setelah mengalami henti jantung. (Foto: Site News)
Denpasar -

Seorang pemengaruh atau influencer mukbang 'live' di China meninggal dunia setelah mengalami henti jantung. Perempuan bernama Yingying itu dilaporkan meninggal karena kadar kalium darah sangat rendah.

Dilansir dari detikHealth, orang tua Yingying mengumumkan kabar kematian pemengaruh itu melalui media sosial pada Jumat lalu. Yingying disebut meninggal pada 17 Agustus. Ia sempat mengunggah video terakhir tiga hari sebelum meninggal atau pada 14 Agustus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video tersebut, ia mengungkapkan bahwa kebiasaan makan berlebihan saat bekerja sebagai influencer mukbang membuat kadar kalium dalam tubuhnya turun drastis. Bahkan, pemengaruh yang memiliki 1 juta pengikut itu harus dirawat di rumah sakit.

Yingying menyebut kadar kalium darahnya pernah turun hingga 2,3. Kondisi tersebut bukan kali pertama dialaminya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Yingying juga mengaku memiliki kebiasaan memuntahkan makanan secara paksa dalam jangka panjang. Kebiasaan tersebut berkaitan dengan pekerjaannya sebagai influencer mukbang.

Bahkan, Yingying pernah mengaku harus mengonsumsi sekitar 60-70 telur pitan atau telur yang diawetkan dalam satu sesi siaran langsung. "Meski menghasilkan uang itu penting, kesehatan harus selalu menjadi yang utama," kata Yingying dalam video terakhirnya, seperti diberitakan China News Service.

Dokter dari Departemen Kedokteran Umum Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan makan dalam jumlah banyak sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium darah turun hingga sangat rendah. Menurutnya, masalah dapat terjadi ketika seseorang melakukan muntah paksa atau menggunakan obat pencahar untuk mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi.

"Untuk mempertahankan bentuk tubuh sambil tetap makan dalam jumlah besar, sebagian mukbanger makan di depan kamera kemudian memaksakan diri muntah setelah siaran," ungkap Chai.

Cairan lambung dan usus mengandung kalium dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan darah. Karena itu, muntah atau diare yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalium.

Jika berlangsung terus-menerus, kadar kalium dalam darah dapat semakin rendah. Kondisi yang disebut hipokalemia ini dapat mengganggu fungsi otot dan jantung. Pada kondisi berat, gangguan kadar kalium dapat memicu gangguan irama jantung yang berbahaya.

Kasus Yingying disebut bukan satu-satunya masalah kesehatan serius yang terjadi di kalangan influencer mukbang. The Paper melaporkan sejumlah mukbanger melakukan pola makan ekstrem demi mempertahankan citra sebagai 'pemakan besar' dan menarik penonton.

Bahkan, ada yang dilaporkan mengonsumsi 20-25 kilogram (kg) makanan hanya dalam waktu dua jam. Jenis makanan yang dikonsumsi juga sangat beragam, mulai dari lobster air tawar hingga salmon.

Ada pula influencer yang dilaporkan menyantap 120 pangsit dan 16 bungkus mi instan dalam satu sesi livestream. Setelahnya, berat badannya disebut mencapai sekitar 190 kg dan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat obesitas.

Besarnya porsi makanan yang disantap berkaitan langsung dengan jumlah penonton. Semakin banyak penonton, semakin besar pula peluang mendapatkan pemasukan dari iklan maupun penjualan melalui livestream.

Kondisi itu membuat sebagian influencer tetap melakukan siaran meski tubuh telah menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan. Padahal, China sebenarnya telah memiliki aturan untuk membatasi konten makan berlebihan di internet.

Aturan perilaku bagi streamer online di negara itu diterbitkan pada 2022. Aturan itu melarang sejumlah praktik, termasuk berpura-pura makan, memuntahkan makanan secara sengaja, serta melakukan makan berlebihan.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads