Warga mengeluhkan terkait banyaknya petugas parkir di Denpasar. Keluhan masyarakat ini sudah ramai di media sosial (medsos). Terlebih, tukang parkir berada di warung-warung kecil di pinggir jalan.
Banyaknya tukang parkir di Denpasar juga tak sejalan dengan peningkatan keamanan. Tidak sedikit warga yang kehilangan barang, seperti helm dan sebagainya, saat ditinggal di motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, merespons keresahan masyarakat soal banyaknya tukang parkir wilayahnya. Jaya negara sudah melakukan evaluasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhukti Praja Sewakadarma.
"Kami tegaskan, (pengelola) parkir agar benar-benar, tata kelola parkir ini diatur sehingga masyarakat merasa nyaman dan jika kehilangan bisa mendapatkan ganti rugi," ujar Jaya Negara, saat ditemui di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Denpasar, Kamis (10/9/2026).
Jaya Negara menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar tidak tinggal diam dengan keresahan yang dialami masyarakat. Ia akan mengambil langkah strategis seusai menggelar rapat evaluasi bersama seluruh OPD serta Perumda Bhukti Praja Sewakadarma.
Di sisi lain, Jaya Negara membantah adanya jumlah tukang parkir yang masif dan tidak terkontrol. Sebab, tukang parkir resmi di ruang milik jalan (rumija) Denpasar tidak mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir, yakni sebanyak 402 petugas.
"Kalau tahun 2024 itu petugas parkir rumija ada 402 petugas, tahun 2025 itu 393, sedangkan tahun 2026 itu 410 petugas. Bergesernya (berkurangnya) 17 orang," sambung Jaya Negara.
Penggunaan parkir, jelas Jaya Negara, harus sesuai ketentuan, terutama di tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika ada larangan, tidak diperkenankan ada petugas parkir di lokasi tersebut. Pemkot Denpasar akan tetap melakukan pengawasan, termasuk penggunaan digitalisasi juru parkir.
"Sudah berlaku, sementara di luar rumija sudah kami lakukan. Sekarang, (ada) di beberapa titik-titik. Kami sudah minta untuk melakukan digitalisasi dengan menggunakan key barcode. Karena biar transparan dan ekstabilitasnya juga terbangun (penerapan parkir digitalisasi)," jelas Jaya Negara.