Iran membalas serangan militer Amerika Serikat (AS) dengan meluncurkan 13 rudal ke pangkalan Marinir AS di Yordania. Serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) itu dilakukan meski Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan Iran agar tidak membalas.
Dilansir dari detikNews, Rabu (2/9/2026), IRGC mengatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan militer AS terhadap sebuah pesta pernikahan di kota Sirik, Iran selatan. Serangan itu menewaskan beberapa orang, termasuk seorang anak-anak.
"Sebagai tanggapan atas kejahatan brutal ini, para pejuang pemberani dari Angkatan Udara IRGC, melancarkan serangan rudal balistik berat ke barak Marinir Amerika di Yordania, yang dikenal sebagai Kamp Titin," demikian bunyi pernyataan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IRGC menyebut rudal-rudal itu menghantam sejumlah besar pasukan, instalasi militer, dan helikopter serang.
Militer Yordania kemudian mengatakan telah mencegat 10 dari 13 rudal Iran yang diluncurkan ke negara tersebut. Tiga rudal lainnya jatuh di area terbuka.
"Insiden tersebut ditangani sesuai dengan prosedur operasional yang telah ditetapkan," demikian pernyataan tersebut.
"Untungnya, tidak ada korban luka atau jiwa yang tercatat."
Iran Abaikan Ancaman Trump
Serangan Iran tersebut menguji ancaman terbaru Trump dan berisiko meningkatkan eskalasi konflik lebih lanjut. Trump sebelumnya mengatakan jika Iran membalas serangan Amerika, Iran akan dihantam lagi pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi.
Pertempuran kembali berkobar pada Selasa (1/9) pagi ketika militer AS membombardir beberapa target di Iran selatan. Komando Pusat (CENTCOM) militer AS yang berbasis di Timur Tengah mengatakan mereka telah menyerang situs-situs IRGC.
"Serangan-serangan ini menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap anggota militer Amerika yang ditempatkan di wilayah tersebut," kata CENTCOM.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan ledakan di selatan negara itu, termasuk di Konarak, Bandar Abbas, dan Pulau Qeshm. Kantor berita Fars Iran mengatakan satu serangan menghantam sebuah rumah di Sirik yang sedang mengadakan perayaan pernikahan dan menewaskan sedikitnya empat orang.