detikBali

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Emosional? Begini Penjelasan Pakar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mimpi Saat Demam Terasa Aneh dan Emosional? Begini Penjelasan Pakar


Averus Kautsar - detikBali

Ilustrasi mimpi
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/PonyWang)
Denpasar -

Mimpi ketika kondisi tubuh sedang demam kerap terasa aneh dan lebih emosional. Kondisi ini dikenal pula dengan istilah fever dreams atau mimpi demam. Bagaimana penjelasan pakar terkait kondisi tersebut?

Dilansir dari detikHealth, demam dapat mempengaruhi kondisi tubuh seseorang, termasuk kemampuan berpikir dan suasana hati. Penelitian juga menunjukkan bahwa demam dapat mempengaruhi tidur, terutama jenis mimpi yang dialami seseorang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya, mimpi demam terasa lebih jelas, intens, atau mengganggu dibandingkan mimpi pada umumnya," kata Chelsie Rohrscheib, PhD, ahli saraf sekaligus pakar tidur, dikutip dari Very Well Mind, Selasa (25/8/2026).

"Mimpi demam juga bisa sangat emosional, sering kali bernuansa negatif, sedih, atau menakutkan. Perubahan neurokimia selama demam dapat memengaruhi pusat emosi di otak dan mengaktifkan respons fight or flight," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Rohrscheib menambahkan mimpi demam juga cenderung berulang. Demam dapat memengaruhi tubuh dalam berbagai cara. Seseorang bisa merasa kedinginan dan kepanasan secara bergantian. Gejala lain yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, mual, nyeri tubuh, hingga perubahan suasana hati.

Sebuah penelitian pada 2013 menunjukkan halusinasi atau mimpi yang sangat jelas juga dapat menjadi gejala demam. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa perubahan suhu tubuh yang relatif kecil pun dapat mempengaruhi suasana hati dan kemampuan berpikir.

Rohrscheib membeberkan salah satu penjelasan sederhananya adalah ketika suhu tubuh meningkat, suhu otak juga dapat ikut meningkat. Akibatnya, otak tidak bekerja secara optimal sehingga mimpi yang muncul bisa menjadi lebih aneh dari biasanya.

"Demam dapat menyebabkan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur ketika kita bermimpi, dimulai lebih awal atau membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase REM," katanya.

Selain itu, suhu tubuh yang meningkat dapat mengubah neurokimia di otak sehingga memicu mimpi yang lebih intens, aneh, atau mengganggu dibandingkan biasanya. Menurut Rohrscheib, obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf dan otak juga dapat memberikan efek serupa. Ia menyebut orang yang memiliki kondisi psikologis tertentu, seperti depresi atau gangguan tidur tertentu, mungkin lebih sensitif mengalami mimpi demam.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)









Hide Ads
LIVE