Round Up

Tawa Terakhir PMI Bangli di Jepang Sebelum Tewas Gantung Diri

Tim detikBali - detikBali
Selasa, 25 Agu 2026 10:55 WIB
Foto: Ilustrasi gantung diri. (Dok. Detikcom)
Bangli -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

INK sangat terkejut ketika menerima kabar kematian putri tercintanya, Putu AMW (18). Terlebih, Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu meninggal diduga dengan cara tidak wajar, yakni gantung diri di tempatnya merantau, Kota Kagoshima, Jepang.

INK mengenang obrolan terakhir Putu dengan adiknya sebelum kabar duka itu datang. Dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia, Putu sempat bercanda dan tertawa bersama lewat telepon. Tak disangka, itu adalah tawa dan canda terakhir yang terjadi di antara mereka.

"Saya dapat kabar dari LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Hishou bahwa anak saya meninggal hari Sabtu, 16 Agustus 2026," tutur ayah Putu, INK, saat ditemui detikBali di rumah duka di Banjar Palaktiying, Kecamatan Bangl, Senin (24/8/2026).

INK mengungkapkan putrinya mendapat kesempatan bekerja di Jepang sejak 1 Juli lalu. Adapun, Putu bekerja di sebuah perusahaan pengolahan daging ayam di Negeri Sakura tersebut.

Selama bekerja di Jepang, Putu tinggal di mess atau apartemen yang disediakan pihak perusahaan. Putu tinggal bersama rekan kerjanya asal Singaraja, Kabupaten Buleleng.

"Dia tinggal berdua dengan teman kerjanya, perempuan juga dari Singaraja," kata INK.

INK menuturkan putrinya belum genap sebulan bekerja di perusahaan Jepang tersebut. Dua pekan pertama di Kagoshima, Putu harus menjalani pelatihan dan karantina.



Simak Video "Video Top 5: iPhone 18 Pro Resmi Rilis hingga Kasus Bunuh Diri Naik Tiap Tahun"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork