detikBali

Upaya FPTI Buleleng Membangun Regenerasi Atlet Panjat Tebing

Terpopuler Koleksi Pilihan

Upaya FPTI Buleleng Membangun Regenerasi Atlet Panjat Tebing


Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Anak-anak mengikuti sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing di Lapangan Wall Climbing FPTI Buleleng, GOR Bhuwana Patra, Sabtu (22/8/2026). (Dok. KONI Buleleng)
Foto: Anak-anak mengikuti sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing di Lapangan Wall Climbing FPTI Buleleng, GOR Bhuwana Patra, Sabtu (22/8/2026). (Dok. KONI Buleleng)
Buleleng -

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng mulai membangun regenerasi atlet. Regenerasi dilakukan sejak usia sekolah dasar (SD). Sosialisasi dan pemanduan bakat panjat tebing pun digelar.

Program itu digelar di Lapangan Wall Climbing FPTI Buleleng, GOR Bhuwana Patra, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 89 siswa SD di wilayah timur Buleleng mengikuti sosialisasi sekaligus pemanduan bakat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain siswa, 47 guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) dari Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula juga turut serta. Para guru diberikan pemahaman dasar pemanjatan agar dapat membantu pembinaan panjat tebing di wilayah masing-masing.

"Kami ingin panjat tebing makin dikenal dan dicintai di sekolah. Guru-guru juga kami bekali pemahaman dasar pemanjatan jalur pendek agar nantinya bisa membantu menjadi pelatih di zona timur, tengah, maupun barat," ujar Ketua Umum FPTI Buleleng, Wahjoedi.

ADVERTISEMENT

Siswa, dalam pemanduan bakat, menjalani sejumlah penilaian untuk melihat potensi fisik, teknik, dan mental. Materi yang diberikan adalah kemampuan memanjat serta gantung siku tekuk.

Siswa yang dinilai memiliki potensi akan dipilih untuk mengikuti pembinaan berkelanjutan. Pembinaan dilakukan di zona masing-masing maupun melalui latihan terpusat di tingkat kabupaten.

"Kami tidak ingin ada kekosongan kader atlet di setiap kelompok umur. Anak-anak yang lolos nanti akan dibina secara rutin agar siap menjadi generasi penerus panjat tebing Buleleng," terang Wahjoedi.

Program pemanduan bakat FPTI Buleleng akan dilanjutkan ke zona tengah meliputi Kecamatan Sukasada, Buleleng, dan Banjar pada 27 Agustus 2026. Selanjutnya, zona barat dijadwalkan pada 3 September 2026. Program ditargetkan menjaring bibit atlet dari seluruh wilayah Buleleng.

Upaya FPTI Buleleng dalam meregenerasi atlet diapresiasi Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova Anita Putra. Bagi Nova, pola pembinaan yang dimulai dari sosialisasi kemudian dilanjutkan pemanduan bakat menjadi strategi untuk melahirkan atlet baru.

"Buleleng sudah memiliki atlet berprestasi hingga level dunia. Namun, regenerasi harus terus berjalan agar setelah mereka pensiun, sudah ada atlet-atlet muda yang siap melanjutkan prestasi itu," ucap Nova.

Nova juga menepis anggapan panjat tebing merupakan olahraga berbahaya. Dia menyebut latihan dilakukan dengan standar keselamatan dan di bawah bimbingan pelatih profesional.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads