Wall climbing atau dinding buatan untuk panjat tebing bertaraf internasional bakal dibangun di Buleleng, Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, memilih Buleleng sebagai lokasi pembangunan wall climbing sebagai bagian dari pengembangan sport tourism di kabupaten paling utara Pulau Dewata.
Pembangunan wall climbing kini memasuki tahap persiapan. Langkah awal dilakukan survei lapangan di kawasan Taman Asri Banyuasri, Buleleng, Minggu (2/8/2026). Hasil peninjauan akan menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika, mengatakan pembangunan wall climbing sebagai apresiasi atas prestasi atlet asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Desak Rita telah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Buleleng di berbagai ajang internasional. Prestasi tersebut menjadi motivasi sekaligus mendorong lahirnya fasilitas latihan berstandar internasional di Bali.
"Kami berterima kasih kepada atlet kita Desak Made Rita Kusuma Dewi yang sudah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Kabupaten Buleleng. Atas prestasi itu, kami mendapat motivasi dari Bapak Gubernur untuk melanjutkan semangat pembinaan atlet melalui pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional," kata Yudi di sela-sela survei lokasi.
Yudi menuturkan wall climbing awalnya direncanakan dibangun di Badung atau Denpasar. Namun, menurut Yudi, Koster menginginkan sport tourism berkembang di Buleleng sehingga Pengprov FPTI Bali diminta untuk meninjau sejumlah lokasi.
Yudi menilai Buleleng memiliki karakter alam yang mendukung konsep pembangunan venue panjat tebing kelas dunia. Keberadaan perbukitan, kontur tanah berundak, serta kedekatan dengan kawasan wisata menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Bali.
"Harapannya, venue ini tidak hanya dipakai untuk kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sehingga mampu menarik wisatawan dan mendukung pemerataan pembangunan Bali utara," ujar Yudi.
Kebutuhan anggaran pembangunan wall climbing, ungkap Yudi, diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Anggaran itu mencakup pembangunan wall untuk nomor speed, boulder, dan lead beserta seluruh perlengkapannya sesuai standar internasional.
Yudi menargetkan proses pembangunan dapat dipercepat agar venue sudah bisa dimanfaatkan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali serta menjadi persiapan menyambut berbagai kejuaraan internasional.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng berkomitmen mengawal pembangunan fasilitas tersebut agar benar-benar terealisasi. Menurutnya, keberadaan wall panjat tebing internasional merupakan penghargaan atas prestasi Desak Rita, sekaligus peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan olahraga dan pariwisata secara bersamaan.
"Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Bali, khususnya Buleleng, tetapi juga membuka peluang agar kejuaraan dunia panjat tebing dapat diselenggarakan di Buleleng sebagai bagian dari pengembangan sport tourism," ucap Supriatna.
Taman Asri Banyuasri, tutur Supriatna, dipilih sebagai alternatif utama karena memiliki lahan yang memadai, berada di kawasan strategis, mudah dijangkau masyarakat maupun atlet, serta didukung akses menuju kawasan wisata seperti Lovina. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp 2-2,5 miliar untuk membangun berbagai fasilitas pendukung, seperti tribune, ruang ganti, gudang, toilet hingga area penonton.
Supriatna yang juga Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Buleleng itu mengungkapkan pembangunan wall climbing akan dilakukan secara bertahap. Hal itu dilakukan agar pembangunan wall climbing selaras dengan penataan ruang terbuka hijau yang sedang berlangsung di kawasan Banyuasri.
Supriatna berharap, dengan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten, fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet panjat tebing Bali sekaligus mampu menarik penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional yang memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan perekonomian Buleleng.
(hsa/hsa)