Sejumlah mahasiswa Universitas Udayana (Unud) berkolaborasi mengembangkan AZOCALM. Ini adalah sebuah inovasi reusable heat pack yang dirancang sebagai alternatif terapi panas praktis yang dapat digunakan kembali dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
AZOCALM dikembangkan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nova Fitri, mahasiswa FISIP Unud yang tergabung dalam tim, mengungkapkan penggunaan terapi panas masih kerap bergantung pada metode konvensional yang membutuhkan akses air panas, listrik, atau perangkat tertentu. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mengembangkan produk yang lebih praktis dan dapat digunakan secara berulang.
AZOCALM memanfaatkan kristalisasi sodium acetate sebagai sumber panas. Ketika diaktivasi, material di dalam produk mengalami proses kristalisasi yang menghasilkan panas sehingga dapat digunakan sebagai kompres hangat.
Setelah digunakan, produk dapat dikembalikan ke kondisi awal dan digunakan kembali sehingga tidak hanya sekali pakai. Hal itu menjadi salah satu keunggulan AZOCALM karena menggabungkan aspek portabilitas, penggunaan berulang, kemudahan aktivasi, serta efisiensi penggunaan dalam satu produk.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai fakultas memungkinkan AZOCALM dikembangkan dengan pendekatan multidisipliner. Mahasiswa FK berkontribusi dalam mempertimbangkan aspek kebutuhan dan penggunaan produk di bidang kesehatan, sementara bidang teknik dan sains mendukung pengembangan desain serta karakteristik material produk. Di sisi lain, perspektif sosial, komunikasi, pengembangan usaha, dan keberlanjutan produk turut diperkuat melalui keterlibatan mahasiswa dari FISIP dan FEB.
"Kami ingin AZOCALM tidak hanya berhenti sebagai sebuah ide atau prototipe, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang benar-benar mudah digunakan dan memiliki manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mencoba menggabungkan berbagai bidang ilmu dalam proses pengembangannya," ujar Nova Fitri.
Pengembangan AZOCALM menjadi bentuk implementasi semangat kolaborasi multidisipliner mahasiswa Unud dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang aplikatif.
Tim melakukan berbagai tahapan dalam proses pengembangan AZOCALM, mulai dari penyusunan konsep, pengembangan desain produk, pemilihan material, penyempurnaan bentuk kemasan, perencanaan pengembangan, serta implementasi produk kepada masyarakat.
Tim AZOCALM ke depan menargetkan pengembangan produk yang makin nyaman digunakan, memiliki desain lebih ergonomis, serta mampu memenuhi aspek keamanan dan keberlanjutan. Tim juga merencanakan pengembangan dari sisi legalitas, perlindungan kekayaan intelektual, branding hingga potensi hilirisasi produk.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bahwa inovasi mahasiswa dapat berkembang lebih komprehensif ketika berbagai disiplin ilmu dipertemukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Tim berharap inovasi yang lahir dari lingkungan Unud dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.