Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung bersama Unit Ekonomi Satuan Intel Polres Klungkung mengecek dugaan peredaran bawang impor ke Pasar Umum Galiran, Klungkung, Bali. Langkah ini menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan peredaran bawang merah asal Thailand di pasar tradisional tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Klungkung, Ni Luh Made Ariyati, mengungkapkan hasil penelusuran dan pemantauan langsung di lapangan menunjukkan seluruh pasokan bawang merah yang beredar di Pasar Galiran berasal dari komoditas lokal dan domestik. Ariyati memastikan tidak ada bawang impor yang beredar di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ditemukan adanya bawang merah impor dari Thailand. Hasil survei ketersediaan di pasar menunjukkan stok didominasi oleh bawang bali karet dengan harga pasaran Rp 20 ribu per kilogram, serta bawang bima yang dijual pada kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram," ujar Ariyati, Selasa (18/8/2026).
Aryati menjelaskan pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di Pasar Galiran terus dilakukan. Pemantauan rutin sebanyak dua kali dalam sepekan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga serta keabsahan komoditas yang dijual para pedagang.
Terkait mencuatnya isu pasokan bawang merah baru yang masuk ke pasar, Aryati memastikan komoditas tersebut bukan hasil impor. Melainkan merupakan komoditas bawang asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Mengenai informasi adanya bawang jenis baru yang masuk di lapangan, setelah dicek ternyata merupakan komoditas dari Kupang, NTT. Bawang asal NTT ini memang baru masuk ke Pasar Galiran dalam beberapa pekan terakhir," imbuh Aryati.
Pantauan detikBali, tim gabungan mengecek sejumlah gudang bawang di Pasar Galiran, hari ini. Petugas juga sempat menanyakan asal bawang yang diduga impor kepada pedagang di sana.
"Bawang merah ini berasal dari Kupang, NTT. Harganya juga Rp 25 ribu sampai Rp 26 ribu per kilogram. Ini kami datangkan karena lebih besar dari hasil panen bawang Bima tahun ini," ujar Habibi, salah seorang pengusaha bawang merah di Pasar Galiran.
Habibi membenarkan komoditas bawang merah dari Kupang tersebut selama ini belum masuk ke Bali. Menurutnya, bawang asal Kupang itu baru didatangkan karena adanya permintaan pasar.
"Ini kan besar-besar bawangnya. Di Bali yang dicari ini. Ini bibitnya bawang Bima, ditanam di Kupang. Tahun ini hasilnya bagus dan dicari masyarakat di Bali," imbuh Habibi.
Sebelumnya, seorang pengusaha bawang di Pasar Galiran Klungkung, Mujakir Ilyas, mengeluhkan beredarnya bawang merah yang disebutnya hasil impor dari Thailand. Akibatnya, harga bawang merah di pasaran yang awalnya Rp 28,5 ribu per kilogram anjlok menjadi Rp 24 ribu per kilogram.
"Kami pedagang jelas khawatir sekali, apalagi ini pas masuk musim panen raya. Stok lokal melimpah, tapi konsumen malah nyari yang murah," ujar Ilyas.
(iws/iws)