detikBali

10 Daerah Terdampak Tsunami Usai Gempa Nagekeo, Ada 3 Wilayah Sulawesi

Terpopuler Koleksi Pilihan

10 Daerah Terdampak Tsunami Usai Gempa Nagekeo, Ada 3 Wilayah Sulawesi


Lisye Sri Rahayu - detikBali

Ilustrasi tsunami. (CHat GPT)
Foto: Ilustrasi tsunami. (CHat GPT)
Denpasar -

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa tersebut memicu tsunami di sejumlah wilayah dengan tinggi gelombang yang terpantau mencapai 0,94 meter.

Dilansir detikNews, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan peringatan dini BMKG, sejumlah wilayah masuk dalam status siaga dan waspada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peringatan dini tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat status ancaman: siaga (0,5-3 meter) terjadi di wilayah Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto. Waspada (<0,5 meter) terjadi di wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Berikut hasil observasi tsunami yang tercatat:

ADVERTISEMENT

1. Sikka, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 0,2 meter
2. Pelabuhan Kewapante-Sikka, pada pukul 05.16 WIB dengan ketinggian 0,38 meter
3. Flores Timur, pada pukul 05.24 WIB dengan ketinggian 0,25 meter
4. Labuan Bajo, pada pukul 05.26 WIB dengan ketinggian 0,36 meter
5. Maurole-Ende, pada pukul 05.27 WIB dengan ketinggian 0.94 meter
6. Dompu, pada pukul 05.29 WIB dengan ketinggian 0,17 meter
7. Bakalang-Alor, pada pukul 05:41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter
8. Baubau, Sulawesi Tenggara, pada pukul 05.47 WIB dengan ketinggian 0,30 meter
9. Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada pukul 05.58 WIB dengan ketinggian 0,54 meter
10. Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada pukul 06.27 WIB dengan ketinggian 0,23

Peringatan Tsunami Berakhir

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini, terkait dengan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," jelasnya.

Sementara itu, hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 52 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitude M 3,6-M 6,2 dan dirasakan berjumlah 1 gempa.

"Imbauan kepada masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," pungkasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE