detikBali

Resmi Dilantik, 3 Kajari Baru di Bali Diminta Jaga Integritas-Responsif

Terpopuler Koleksi Pilihan

Resmi Dilantik, 3 Kajari Baru di Bali Diminta Jaga Integritas-Responsif


Wibhi Lakhsana - detikBali

Proses pelantikan Tiga Kajari di Kejati Bali, Kamis (13/8/2026)
Proses pelantikan Tiga Kajari di Kejati Bali, Kamis (13/8/2026) (Foto: Dok Kejati Bali)
Denpasar -

Tiga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) baru resmi menempati jabatan di Bali. Mereka adalah Dr. Kusufi Esti Ridliani sebagai Kajari Karangasem, I Wayan Sumertayasa sebagai Kajari Badung, dan Muhammad Ruslan sebagai Kajari Jembrana.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Aula Sasana Dharma Adhyaksa, Kejaksaan Tinggi Bali, Kamis (13/8/2026). Kajati Bali Setiawan Budi Cahyono meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan persoalan hukum di wilayah masing-masing.

"Segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan persoalan yang ada di wilayah masing-masing. Yang paling penting adalah menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan kewenangan," tegas Setiawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pergantian pejabat bukan sekadar perpindahan jabatan. Ada pekerjaan yang harus langsung dilanjutkan dan persoalan hukum di masyarakat yang membutuhkan respons cepat.

ADVERTISEMENT

Karena itu, para pejabat baru diminta tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk memahami kondisi satuan kerja yang dipimpinnya. Koordinasi internal maupun dengan pihak terkait juga menjadi bagian penting dalam memastikan penegakan hukum tetap berjalan.

Dalam kesempatan tersebut, Kejati Bali juga menyampaikan apresiasi kepada Shinta Ayu Dewi RR, Sutrisno Margi Utomo, Salomina Meyke Saliama, dan Nur Wahyu Bintari atas kinerja dan dedikasi selama bertugas di Bali.

Kini, tiga Kajari baru akan menghadapi dinamika hukum di wilayah masing-masing. Badung dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi yang padat, Karangasem dengan karakter wilayah yang berbeda, serta Jembrana yang memiliki tantangan tersendiri.

Pergantian ini pun menjadi ujian awal bagi para pejabat baru untuk membuktikan bahwa rotasi tidak berhenti pada pergantian nama di struktur organisasi, tetapi menghasilkan kerja yang lebih cepat, tegas, dan tetap berintegritas.



(mud/mud)









Hide Ads