detikBali

Senator AS Sebut Trump Kalah di Perang Iran

Terpopuler Koleksi Pilihan

Senator AS Sebut Trump Kalah di Perang Iran


Novi Christiastuti - detikBali

U.S. President Donald Trump reacts during an event to sign executive orders related to birthright citizenship and the polysilicon industry, in the Oval Office at the White House in Washington, D.C., U.S., August 6, 2026. REUTERS/Evelyn Hockstein     TPX IMAGES OF THE DAY
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Denpasar -

Senator Amerika Serikat (AS) Chris Murphy menilai Presiden Donald Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Dia menyebut perang yang terus berlanjut justru membuat Amerika Serikat semakin lemah, sementara Iran semakin kuat.

"Jadi, Donald Trump telah kalah dalam perang ini," kata Murphy yang merupakan Senator Connecticut dari Partai Demokrat, dilansir dari detikNews, Senin (10/8/2026).

Murphy menilai Trump semakin terdesak untuk menerima kesepakatan yang "buruk" demi menarik AS keluar dari konflik tersebut. Upaya diplomasi untuk mengakhiri perang secara permanen sejauh ini belum membuahkan hasil konkret.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Amerika menjadi lebih lemah. Iran menjadi lebih kuat," cetusnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan Murphy disampaikan menyusul laporan Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut Trump sedang mempertimbangkan langkah yang pada dasarnya merupakan pengakuan kekalahan atas salah satu tujuan militer utama AS.

Tujuan tersebut adalah mengamankan kesepakatan untuk memusnahkan material nuklir Iran yang tersisa serta memberlakukan pembatasan hukum terhadap kemampuan pengayaan uranium dan pengembangan nuklir Teheran di masa mendatang.

Menurut WSJ, Trump secara pribadi telah melontarkan gagasan kepada para stafnya bahwa dia bahkan mempertimbangkan untuk menerima kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa menuntaskan masalah nuklir Iran.

Murphy Dukung Kesepakatan "Buruk"

Dalam wawancara dengan program NBC "Meet the Press", Murphy mengatakan dirinya bahkan akan mendukung "kesepakatan yang buruk" demi mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut Senator AS ini, biaya untuk membuka kembali jalur perairan strategis tersebut terus meningkat seiring dengan buntunya perundingan damai. Para pejabat Iran, berdasarkan laporan The Washington Times, telah menuntut pembayaran ganti rugi, pencabutan sanksi, dan penghentian operasi militer AS.

"Perang ini harus diakhiri karena setiap hari perang terus berlanjut, Amerika menjadi semakin lemah, Iran semakin kuat, dan masyarakat di Amerika Serikat semakin dirugikan akibat harga-harga yang terus melonjak naik," tegas Murphy.

Dia menambahkan bahwa dirinya akan menentang pendanaan untuk melanjutkan perang. Namun, dia akan mendukung pengisian kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.



(dpw/dpw)









Hide Ads
LIVE